Hadir di Jakarta, SEDASA Perkuat Ekosistem Modest Fashion Indonesia
JAKARTA — SEDASA, event fashion yang pertama kali digelar di Bandung, Jawa Barat pada 2020, kembali hadir dengan semangat baru setelah vakum cukup lama. Kini, SEDASA kembali dengan skala yang lebih besar melalui berbagai rangkaian acara, di antaranya fashion show, exhibition, dan awarding.
Mengusung tema “Rhapsody Summit”, SEDASA untuk pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta, tepatnya di InterContinental Hotel Jakarta Pondok Indah pada Jumat (1/5/2026). Perpindahan lokasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi SEDASA sebagai event fashion berskala nasional.
Seperti yang diketahui, SEDASA lahir di tengah situasi pandemi Covid-19 dan menjadi wadah bagi pelaku usaha modest fashion berbasis di Bandung untuk tetap berkarya dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui fashion show virtual yang dapat diakses oleh pencinta fashion di seluruh Indonesia hingga mancanegara.
Bahkan, saat penyelenggaraan keduanya pada 2021 lalu, jumlah partisipan SEDASA terus bertambah. Hal tersebut menandai antusiasme para pencinta fashion terhadap platform ini. Setelah sempat vakum cukup lama,
Zaskia Adya Mecca Kecewa, Sidang Kasus Pemukulan Karyawan oleh Oknum TNI Ditunda Tanpa Info!
Tahun ini, SEDASA Volume 3 menghadirkan panggung kolaboratif bagi para desainer visioner untuk memperkenalkan karya terbaik mereka sekaligus membentuk arah masa depan industri modest fashion Indonesia, khususnya dalam momentum spesial menjelang Hari Raya Iduladha.
Tidak hanya menghadirkan desainer dan brand ternama, SEDASA juga membuka ruang bagi talenta baru untuk tampil dalam fashion show berstandar nasional, menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.
Tahun ini, SEDASA menampilkan koleksi terbaru dari 14 desainer dan brand modest fashion Indonesia, termasuk Guest Designer Ivan Gunawan, dalam peragaan busana yang terbagi dalam dua sesi.
Pada sesi pertama menampilkan parade karya dari Mandhja by Ivan Gunawan, Nabila Misha Fashion, Padushi by Novitasari, Gita Orlin, Arabellescarf, Armila Syar’i, AMYZA, Arinna Premium Hijab, Agoest Hanggono, Rumman, Mirranda Atelier, Mayra, dan Shadec. Sesi kedua menghadirkan rancangan dari AMYZA dan Motif Hawa, serta dimeriahkan oleh penampilan spesial dari penyanyi Krisdayanti dan Titi DJ.
Namun, SEDASA tidak berhenti pada estetika. Di balik gemerlap runway, ada misi yang dibawa, yaitu menghubungkan kreativitas dengan peluang nyata. Kehadiran para reseller menjadi bagian penting dari ekosistem ini, membuka ruang transaksi dan kolaborasi langsung antara pelaku usaha dan pasar.
Founder SEDASA Rya Baraba menuturkan, selain mengundang para pencinta fashion, pihaknya juga menghadirkan para reseller dari berbagai daerah di perhelatan ini,
"Harapannya, setelah fashion show berlangsung, terjadi interaksi bisnis dan transaksi langsung antara reseller dengan desainer dan brand. Alhamdulillah, target tersebut selama ini selalu tercapai. Melalui SEDASA, kami ingin merangkul para desainer dan brand lokal untuk bersama-sama mendorong kembali daya beli masyarakat terhadap produk fashion dalam negeri," tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi, SEDASA memberikan penghargaan kepada pelaku industri modest fashion yang inspiratif. Penghargaan “The Modest Visionary Award” dianugerahkan kepada Ivan Gunawan atas konsistensi, pengaruh, dan visioner dalam mengembangkan lanskap modest fashion modern di Indonesia.
Dengan berbagai lini brand yang dimilikinya, Ivan Gunawan dinilai berhasil menghadirkan karya yang relevan, komersial, dan berkarakter, sekaligus berperan dalam memperluas apresiasi terhadap modest wear di ranah fashion secara global.
Sementara itu, “Young Visionary Award” diberikan kepada Nabila Misha sebagai talenta muda yang menunjukkan potensi luar biasa, keberanian, serta semangat eksplorasi yang menonjol sejak usia dini.
Di usia yang masih sangat muda, ia telah memperlihatkan keinginan yang kuat untuk memasuki dan beradaptasi di industri fashion, disertai keberanian dalam mengekspresikan visi kreatifnya secara autentik dan penuh percaya diri.
Dengan dedikasi, ketekunan, dan rasa ingin tahu yang tinggi, Nabila Misha terus berkembang, belajar, dan berinovasi, melampaui batas usianya. Semangat dan komitmennya menjadi representasi generasi baru desainer yang tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga aktif mengambil langkah nyata dalam membangun masa depan industri fashion yang lebih kreatif, motivatif, dan inspiratif.
Dari Bandung ke Jakarta, perjalanan SEDASA adalah cerita tentang keberanian untuk tumbuh. Di setiap langkahnya, terselip satu benang merah: bahwa modest fashion Indonesia bukan hanya tentang gaya, tetapi juga tentang identitas, kolaborasi, dan masa depan.










