Prabowo Setujui Bangun Flyover di Bekasi Timur Cegah Kecelakaan Kereta Terulang

Prabowo Setujui Bangun Flyover di Bekasi Timur Cegah Kecelakaan Kereta Terulang

Ekonomi | okezone | Selasa, 28 April 2026 - 09:48
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di dekat stasiun Bekasi Timur untuk mencegah terulang kembali kecelakaan kereta api.

Hal ini disampaikan Prabowo usai menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang dirawat di RSUD Kota Bekasi Selasa (28/4/2026).

“Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting sangat mendesak jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover,” kata Presiden.

Dia menyebutkan dana flyover akan berasal dari pemerintah pusat. Pembangunan flyover akan bersumber dari bantuan presiden.

“Langsung oleh bantuan presiden,” ujar dia.

Prabowo juga menyampaikan belasungkawanya atas adanya korban jiwa dari insiden tabrakan kereta api tersebut. Presiden telah memerintahkan untuk melakukan investigasi.

Sementara, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan perkembangan terbaru terkait jumlah korban meninggal dunia kembali bertambah menjadi total 14 orang. Data ini telah dimutakhirkan hingga pukul 08.45 WIB.

"Tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut," kata Bobby dalam keterangannya.

 

Sedangkan, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

KAI juga menyampaikan bahwa barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found. 

"Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut," ujarnya.
 

Topik Menarik