Dramatis! Tim SAR Potong Gerbong Kereta untuk Selamatkan 7 Korban Kecelakaan di Bekasi
JAKARTA – Sejumlah penumpang masih terjebak di dalam rangkaian KRL setelah tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Petugas gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, dan Tim SAR terus melakukan evakuasi dengan berpacu waktu.
Upaya penyelamatan dilakukan dengan bantuan oksigen serta pemotongan bagian rangkaian kereta yang mengalami kerusakan parah.
Sementara untuk mempercepat proses evakuasi, KAI telah melakukan pemotongan rangkaian KA Argo Bromo Anggrek.
“Yang rangkaian dari kereta Anggrek telah kita lakukan pemotongan ya, sebagian dari rangkaian mungkin setengahnya sudah kita tarik ke Bekasi,” ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Selasa (28/4/2026).
Saat ini kata dia, sekitar 6 hingga 7 orang korban kecelakaan masih terperangkap di dalam gerbong terakhir KRL.
Sementara, hingga pukul 02.00 WIB, sejumlah penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong KRL telah bertahan selama lebih dari lima jam sejak insiden tabrakan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB. “Sekitar 6-7 orang,” ujar Bobby Rasyidin.
Dalam insiden ini, empat orang dilaporkan meninggal dunia. Seluruh korban tewas merupakan penumpang KRL. “Per jam 1 ini, korban meninggal dunia itu ada 4 orang,” ujarnya.
Selain itu, sebanyak 71 orang lainnya masih menjalani perawatan dan observasi di sejumlah rumah sakit. “Kemudian yang kita observasi di rumah sakit, ada 4 atau 5 rumah sakit, itu ada 71 orang,” tandasnya.
Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung di lokasi, sementara petugas terus berupaya menyelamatkan korban yang masih terjebak di dalam gerbong.










