Viral! Daycare di Jogja Diduga Aniaya Anak, Tangan-Kaki Diikat hingga Mulut Disumpal

Viral! Daycare di Jogja Diduga Aniaya Anak, Tangan-Kaki Diikat hingga Mulut Disumpal

Terkini | okezone | Minggu, 26 April 2026 - 16:28
share

JAKARTA – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Yogyakarta tengah menjadi sorotan publik. Daycare bernama Little Aresha yang berlokasi di Umbulharjo itu digerebek aparat kepolisian setelah muncul laporan dan video viral yang memperlihatkan perlakuan tidak layak terhadap balita.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan kondisi anak-anak yang memprihatinkan. Beberapa di antaranya diduga hanya mengenakan popok tanpa pakaian, bahkan disebut mengalami tindakan seperti pengikatan pada tangan atau kaki.

Dalam salah satu video yang beredar, terdengar pengakuan seorang anak yang menyebut bahwa tubuhnya diikat dan mulutnya ditutup agar tidak menangis.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Saat ini, lokasi telah dipasangi garis polisi dan penyelidikan masih terus berlangsung.

"Kemarin kami sudah mengamankan sekitar 30 orang secara bertahap. Mulai dari mereka yang bertugas sebagai pengasuh sampai pejabat di yayasannya," jelas Adrian dilansir dari laman Pemprov DIY. 

Dugaan Kekerasan Anak

Pihak kepolisian menduga adanya perlakuan tidak semestinya terhadap anak, termasuk kemungkinan penelantaran hingga kekerasan. Sejumlah pihak terkait juga tengah dimintai keterangan untuk mengungkap fakta lebih lanjut.

Kasus ini memicu reaksi keras dari para orang tua. Salah satunya, Norman Widarto, yang telah menitipkan anaknya sejak 2022. Ia mengaku terpukul setelah mengetahui kondisi sebenarnya.

Menurutnya, selama ini pihak daycare kerap berdalih bahwa luka pada tubuh anaknya terjadi sebelum datang ke tempat tersebut. Namun, ia merasa janggal karena setiap pagi kondisi anaknya dalam keadaan baik.

Kecurigaan itu semakin kuat setelah beredarnya video yang menunjukkan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak di bawah usia tiga tahun.

Norman juga mengungkapkan bahwa anaknya kerap mengalami masalah kesehatan, termasuk gangguan pernapasan seperti pneumonia. Ia menyebut kondisi serupa juga dialami oleh beberapa anak lain di tempat yang sama.

Keluhan serupa datang dari orang tua lain, Khairunnisa. Ia mengaku menemukan tanda-tanda kekerasan pada anaknya meski baru dititipkan kurang dari satu bulan.

Ia bahkan meyakini anaknya termasuk dalam video yang viral. Kondisi tersebut membuatnya sangat terpukul.

Selain dugaan kekerasan, para orang tua juga menyoroti sistem pengawasan di daycare tersebut. Mereka mengaku tidak memiliki akses untuk memantau aktivitas anak di dalam ruangan.

CCTV disebut hanya terpasang di area luar, sementara ruang pengasuhan tidak dapat diakses. Bahkan, orang tua diwajibkan memberi pemberitahuan sebelum menjemput anak, sehingga tidak bisa datang secara mendadak.

Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Para orang tua berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi anak-anak yang diduga menjadi korban.

Topik Menarik