Persib Bandung Jalani 6 Laga Final Super League 2025-2026, Bojan Hodak: Kami Tanpa Tekanan!
PERSIB Bandung mengklaim tanpa tekanan menghadapi enam laga final di Super League 2025-2026. Hal itu diungkapkan sang pelatih Bojan Hodak.
“Tekanan itu kalau ada seseorang yang menodongkan pistol di depanmu, itu baru tekanan. Di sepakbola tidak ada yang seperti itu,” ujar Bojan Hodak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (23/4/2026).
1. Tak Masalah Persib Bandung Cuma Unggul 2 Poin atas Borneo FC
Pelatih asal Kroasia ini membenarkan Persib Bandung memiliki selisih dua poin dari Borneo FC. Namun, ia mengatakan saat ini timnya masih berada di puncak klasemen sementara.
“Memang keunggulan kecil, tapi lebih baik kami yang unggul daripada orang lain yang unggul. Jadi bagi kami, tidak ada tekanan. Situasi ruang ganti juga bagus, semua orang bersemangat untuk menang,” tegas eks pelatih Timnas Malaysia U-19 tersebut.
“Bagi saya, yang tersulit sekarang adalah karena saya punya 23 pemain, semuanya siap dan ingin bermain. Jadi bagi saya, tekanannya adalah memilih siapa yang harus disimpan,” tegasnya.
2. Persib Bandung di Atas Angin
Ungkapan yang sama dilontarkan Marc Klok. Kapten Persib Bandung ini merasa timnya masih berada di atas angin setelah tak terkalahkan dalam 16 pertandingan terakhir.
“Anda bisa pilih itu sebagai tekanan, tapi bagi saya ini tantangan. Ini adalah tantangan, dan tantangan ini untuk kita sendiri, untuk di ruang ganti, untuk skuat, untuk klub. Karena di terakhir, kalau kita lagi juara, kita tahu ini bukan keberuntungan, ini tidak karena kebetulan, ini karena kualitas,” kata Marc Klok.
“Jadi tantangannya sekarang adalah, bisakah kita memberikan kualitas tersebut setiap minggu lagi untuk menjadi juara yang layak bagi kita? Karena pada akhirnya kita harus layak mendapatkannya untuk bisa menang,” ujar mantan pemain PSM Makassar ini.
Arus Balik, Kendaraan di Bakauheni Bakal Dialihkan ke Pelabuhan Wira Beton jika Membeludak
“Kita tidak perlu melihat hal lain, kita hanya perlu membuktikan bahwa kita layak. Jadi ini bukan tekanan, melainkan sebuah tantangan, dan tantangan itu diterima dengan sangat baik oleh kami,” pungkas Marc Klok.










