Terinspirasi Valentino Rossi, Marco Bezzecchi Bakal Pasang Tembok demi Tak Diintip Jorge Martin
JEREZ – Pembalap Tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mendapatkan tekanan dari rekan setim, Jorge Martin di MotoGP 2026. Menanggapi tensi panas dengan Martin, Bezzecchi pun bakal memasang tembok di garasi Aprilia, seperti yang pernah dilakukan gurunya, Valentino Rossi.
Ya, dominasi Marco Bezzecchi di MotoGP 2026 kini mulai mendapatkan tantangan serius dari Jorge Martin. Meski Bezzecchi menyapu bersih kemenangan dalam tiga Grand Prix pembuka musim ini, keunggulan poinnya di puncak klasemen kian menipis.
Saat ini, Bezzecchi hanya terpaut empat poin dari Martin menjelang MotoGP Spanyol 2026 pada 24-26 April 2026. Performa konsisten Martin yang meraih podium beruntun di Brasil dan Amerika Serikat, ditambah kemenangan Sprint di COTA, membuat persaingan di internal Aprilia memanas.
Martin bahkan secara terang-terangan menyatakan bakal meniru gaya balap Bezzecchi untuk menguasai RS-GP.
1. Candaan Tembok Rossi di Garasi Aprilia
Merespons niat Martin yang ingin meniru datanya, Bezzecchi berkelakar akan melakukan tindakan ekstrem seperti mentornya, Valentino Rossi. Referensi tembok ini mengingatkan publik pada musim 2008, saat Rossi meminta pembatas di garasi Yamaha untuk menutup akses informasi dari Jorge Lorenzo.
"Jadi, sekarang saya akan memasang tembok di dalam box (garasi)," ujar Bezzecchi kepada Gazzetta dello Sport, dikutip Kamis (23/4/2026).
"Tidak, tentu saja saya hanya bercanda. Di satu sisi, saya merasa senang; itu artinya saya telah melakukan pekerjaan yang cukup baik. Tapi karena dia juga sangat hebat, mungkin saya juga akan meniru dia," tambahnya.
2. Ancaman di Depan Mata
Selain persaingan internal, Bezzecchi saat ini tengah menikmati masa keemasannya dengan mencetak rekor baru di MotoGP. Ia telah memimpin selama 121 lap dalam balapan hari Minggu tanpa terputus sejak musim lalu.
Pencapaian ini sekaligus memperpanjang rentetan kemenangan Grand Prix miliknya menjadi lima kali berturut-turut.
"Luar biasa, ya? Saya baru menyadarinya ketika semua orang menulis tentang itu. Dan kemudian saya mulai memikirkannya: ini adalah hal besar, sebuah kepuasan yang luar biasa," sambung Bezzecchi.
Meski menyadari mempertahankan rekor tersebut akan sulit, Bezzecchi tetap optimis menghadapi balapan selanjutnya.
"Kami berharap bisa melakukan setidaknya 20 atau 30 lap lagi di posisi terdepan. Ini akan sulit, tapi saya akan mencoba,” tutupnya.










