Pendidikan Vokasi Harus Sesuaikan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri
SURABAYA — Penguatan pendidikan vokasi kembali menjadi bahan diskusi, seiring dorongan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan konten digital.
Isu tersebut mengemuka dalam pertemuan antara perwakilan HGI dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada 20 April 2026.
Dalam diskusi bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., dan perwakilan HGI, Ray dan Niny, dibahas sejumlah tantangan dalam pengembangan pendidikan vokasi, mulai dari kesenjangan keterampilan hingga kebutuhan kolaborasi yang lebih konkret dengan dunia industri.
Pembahasan mencakup peluang pengembangan talenta di bidang animasi dan desain gim yang dinilai memiliki prospek besar, namun masih memerlukan dukungan sistem pendidikan yang lebih adaptif. Selain itu, muncul pula gagasan penguatan kerja sama antara sekolah vokasi dan industri melalui skema yang lebih aplikatif, seperti pembelajaran berbasis proyek dan keterlibatan praktisi.
Diskusi juga menyoroti pentingnya membangun keterhubungan antara ekosistem pendidikan vokasi di Jawa Timur dengan sumber daya industri yang lebih luas.
Hal ini dinilai krusial untuk meningkatkan kompetensi siswa, memperkuat daya saing lulusan, serta menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Sehari sebelumnya, Dr. Aries Agung Paewai turut menghadiri penutupan Surabaya Domino Tournament 2026 yang berlangsung pada 18–19 April. Dalam kegiatan tersebut, ia terlibat dalam penyerahan penghargaan serta berinteraksi dengan peserta dan penyelenggara.
Kehadiran ini, termasuk unggahan di media sosial pribadinya, mencerminkan perhatian terhadap ruang interaksi komunitas yang dinilai dapat menjadi pintu masuk dialog lintas sektor.
Rangkaian kegiatan dari turnamen hingga pertemuan resmi tersebut memperlihatkan adanya ruang komunikasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri dalam mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang lebih relevan. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang pembelajaran yang lebih praktis serta memperluas akses bagi generasi muda di Jawa Timur untuk terlibat dalam industri kreatif.







