Respons Klarifikasi JK, Razman: Jangan Terjebak Isu dan Lihat Persoalan Secara Utuh
JAKARTA – Razman Arif Nasution selaku kuasa hukum Manajemen Buku Gibran End Game Arief Ikhsan, meminta mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) tidak terpancing dan melihat persoalan secara utuh. Hal itu dilontarkan sebagai respons dari konferensi pers JK terkait dugaan penistaan agama atas ceramahnya di masjid kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam konferensi persnya pada Sabtu 18 April 2026, JK turut menyinggung polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga mengungkap chat yang diklaim sebagai Rismon ingin menemuinya tapi ditolak.
Razman pun mengaku telah mengikuti perkembangan terbaru dan berdiskusi dengan timnya, serta berkomunikasi dengan Rismon Hasiholan Sianipar. Menurut Razman, Rismon menyampaikan keprihatinan atas munculnya narasi seolah-olah dirinya ingin berbenturan dengan JK. Ia menegaskan hal tersebut tidak benar.
“Saudara Rismon ingin semuanya baik-baik saja dan tidak pernah menyebut nama Pak Jusuf Kalla,” ujar Razman melalui laman Instagramnya razmannasution71 dikutip Minggu (19/4/2026).
Razman menyatakan, telah menelusuri berbagai pernyataan Rismon di podcast maupun media lainnya dan tidak menemukan adanya penyebutan nama JK. Ia meminta agar tidak ada penggiringan opini yang mengaitkan Rismon dengan JK.
Istilah “pendana” yang sempat disinggung merujuk pada dugaan adanya pihak yang membiayai pertemuan-pertemuan eksklusif hingga dugaan dana mengalir Rp50 miliar misalnya mengalir ke seseorang. Sebetulnya, orang inilah yang diduga juga mengatur siapa yang litigasi dan siapa non-litigasi.
"Orang ini juga yang pernah dikomplain oleh Rismon, bahwa dia mengatakan kami tidak akan jadi tersangka, ternyata jadi tersangka. Lalu kemudian ada pengacara yang mengatakan tenang, akan dijaga, nanti akan dijaga lagi di kejaksaan. Itu yang dia maksud. Siapa aktor ini semua? Jadi bukan Pak JK," tuturnya.
Razman juga meminta JK sebagai negarawan tidak terjebak dalam polemik tersebut. Ia menegaskan pihaknya, termasuk relawan Jokowi, tidak memiliki niat untuk berhadapan dengan JK. "Kami para relawan Pak Jokowi, saya ini Ketua Umum Jokowi-Gibran, tidak merasakan dan tidak ada niat kami untuk berhadapan dengan Pak JK," ujarnya.
Lebih lanjut, Razman meluruskan soal komunikasi terkait rencana pertemuan dengan JK yang chat-nya diungkap dalam konferensi pers pada Sabtu 18 April 2026. Ia menegaskan, inisiatif tersebut bukan berasal dari Rismon, melainkan kliennya, Arief Ikhsan.
Menurutnya, komunikasi dengan pihak JK telah dilakukan sejak 2 Maret 2026 untuk tujuan mengantarkan buku Gibran End Game, dan bukan setelah adanya laporan ke polisi. "Barusan juga Saudara Arief bertelepon dengan saya bahwa komunikasi itu ada, tapi bukan inisiatif Rismon dan bukan dibuat setelah laporan ke Bareskrim. Itu komunikasi lama, 2 Maret 2026," imbuhnya.
Razman meminta agar pihak JK meninjau kembali informasi yang beredar secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ia menegaskan, pihaknya tidak menuduh JK berbohong, melainkan hanya ingin meluruskan informasi agar tidak ada kesan seolah-olah setelah dilaporkan Rismon ketakutan lalu minta bertemu, itu tidak benar.
Razman pun mendorong agar polemik ijazah Jokowi segera diselesaikan melalui jalur hukum di pengadilan guna menghindari kegaduhan berkepanjangan. “Saya yakin satu-satunya jalan adalah melalui persidangan di pengadilan untuk membuktikan,” katanya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum menindak pihak yang menyebarkan dugaan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menyeret nama JK dalam pusaran bohir kasus ijazah Jokowi, karena Rismon juga merasa itu bukan suaranya.
"Tadi rekan saya Rismon juga menyampaikan ada pihak-pihak lain yang disebut-sebut, termasuk mantan presiden dan pejabat di DPR/MPR. Saya tidak ikut-ikutan dan tidak pernah menyebut nama mereka," katanya.
Di sisi lain Razman mengajak semua pihak menahan diri dan tidak melakukan serangan pribadi dan tetap fokus pada persoalan. "Ke depan, saya minta tidak ada serangan pribadi. Kita fokus pada kasus. Pak JK sebagai tokoh bangsa, mohon tidak terpengaruh. Saya yakin beliau memiliki pikiran yang tenang," pungkasnya.










