5 Ciri-Ciri Mertua Toxic dan Cara Mengatasinya

5 Ciri-Ciri Mertua Toxic dan Cara Mengatasinya

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 19 April 2026 - 12:53
share

JAKARTA – Dalam kehidupan pernikahan, tantangan tidak hanya datang dari pasangan, tetapi juga bisa muncul dari hubungan dengan keluarga besar, termasuk mertua. Tidak sedikit menantu yang merasa kesulitan menghadapi sikap mertua yang dianggap tidak nyaman atau bahkan toxic.

Sikap tersebut bisa terlihat dari berbagai perilaku yang berulang dan berdampak pada hubungan rumah tangga. Berikut beberapa tanda mertua toxic yang perlu dikenali:

5 Ciri-Ciri Mertua Toxic dan Cara Mengatasinya

1. Sering Mengkritik Secara Berlebihan

Memberikan masukan memang wajar, namun jika kritik disampaikan terus-menerus dengan nada merendahkan, apalagi di depan orang lain, hal ini bisa menjadi tanda perilaku yang tidak sehat. Mertua seperti ini juga cenderung mengabaikan pendapat menantu dan jarang memberikan apresiasi.

2. Mudah Menyalahkan Tanpa Alasan Jelas

Menantu sering dianggap bersalah, bahkan untuk hal-hal kecil yang sebenarnya tidak signifikan. Sikap ini biasanya dipicu oleh ketidaksukaan yang sudah terbentuk sejak awal.

3. Suka Membandingkan

Perilaku membandingkan dengan orang lain, baik dengan menantu lain maupun masa lalu pasangan, dapat melukai perasaan dan menurunkan rasa percaya diri. Ini juga menjadi indikasi hubungan yang kurang sehat.

4. Terlalu Ikut Campur Urusan Rumah Tangga

Perhatian dari mertua memang bisa menjadi hal positif, namun jika sudah masuk ke ranah keputusan pribadi seperti urusan finansial atau rencana memiliki anak hal ini bisa mengganggu kemandirian pasangan.

5. Tidak Menghargai Privasi Pasangan

Pasangan yang sudah menikah membutuhkan ruang sendiri. Jika mertua sering datang tanpa pemberitahuan atau menuntut waktu secara berlebihan, ini bisa menjadi tanda kurangnya penghargaan terhadap batasan pribadi.

Cara Menghadapi Mertua Toxic

Menghadapi situasi seperti ini memang tidak mudah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga hubungan tetap sehat:

1. Bangun Komunikasi Secara Bertahap

Cobalah menjalin hubungan dengan pendekatan yang perlahan, misalnya melalui aktivitas ringan atau percakapan santai.

2. Tetap Bersikap Sopan

Menjaga sikap ramah dan menghormati mertua dapat membantu meredakan ketegangan, meskipun situasi terasa tidak nyaman.

3. Cari Tahu Akar Masalah

Pahami penyebab sikap mertua dengan pendekatan yang terbuka dan tidak menghakimi. Bisa jadi konflik terjadi karena kesalahpahaman.

4. Tunjukkan Sikap Positif

Menunjukkan sikap yang baik secara konsisten dapat membantu mengubah persepsi mertua seiring waktu.

5. Diskusikan dengan Orang Terdekat

Meminta saran dari keluarga atau orang yang berpengalaman bisa memberikan sudut pandang baru dalam menghadapi situasi ini.

6. Libatkan Pasangan

Komunikasi dengan pasangan sangat penting. Sampaikan perasaan secara jujur agar pasangan dapat membantu menjadi penengah.

7. Pertimbangkan Konseling Profesional

Jika konflik berlarut-larut, bantuan dari psikolog bisa menjadi solusi untuk memperbaiki komunikasi dan hubungan secara menyeluruh.

Topik Menarik