Atasi Isu Passportgate Pemain Naturalisasi, Pemerintah Kebut Pembahasan RUU Kewarganegaraan
JAKARTA – Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas, mengungkapkan bahwa pemerintah bersama DPR RI tengah mengakselerasi pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewarganegaraan. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang untuk menuntaskan berbagai persoalan status hukum warga negara, termasuk isu yang belakangan mencuat.
Pernyataan tersebut disampaikan Supratman guna merespons polemik passportgate yang melibatkan sejumlah pemain diaspora yang tengah berkarier di Belanda.
"Tetapi yang ingin saya tegaskan bahwa Undang-Undang Kewarganegaraan saat ini lagi kita persiapkan, dibahas di DPR. Pemerintah sedang menyusun, menyelesaikan finalisasinya," kata Supratman yang dikutip Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, dalam proses pembahasan tersebut, pemerintah berkomitmen untuk mendengarkan berbagai aspirasi dari pemangku kepentingan terkait, termasuk dari kementerian teknis seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Penyebab Eks Pemain Timnas Indonesia Greg Nwokolo Batal Gabung Eintracht Frankfurt dan Fulham U-21
"Mudah-mudahan tahun ini selesai, sehingga polemik-polemik yang terjadi itu tidak akan muncul lagi," tambahnya.
1. Dukungan untuk Prestasi Merah Putih
Supratman menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap segala kebutuhan regulasi demi memastikan prestasi olahraga Indonesia terus meningkat di level internasional.
"Yang jelas, bagi Presiden, tugas kami semua, tentu di bidang masing-masing, yang paling penting adalah Merah Putih berkibar di seluruh arena," sambung Supratman.
2. Pentingnya Diplomasi Olahraga
Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan pihaknya tetap berkomitmen penuh untuk mengikuti setiap aturan hukum yang berlaku di Tanah Air. Meski demikian, ia menekankan bahwa pendekatan diplomasi juga memiliki peran yang sangat krusial.
"Tetapi saya juga mendorong bahwa sport diplomacy itu menjadi penting ya, kerja sama pemerintah dengan pemerintah lain itu harus kita tingkatkan, karena sport diplomacy ini menjadi sebuah kekuatan yang mengikat dua negara," ujar Erick.









