Erick Thohir Paham Antusiasme Pencinta Timnas Indonesia Turun Antara Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan FIFA Series
KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, menilai fluktuasi jumlah penonton Timnas Indonesia di stadion selama ajang FIFA Series 2026 sebagai hal yang wajar. Erick Thohir menyebut kondisi tersebut dipengaruhi perbedaan skala kompetisi yang sedang berlangsung.
Menurut Erick Thohir, situasi ini tidak bisa disamakan dengan atmosfer saat Timnas Indonesia berjuang untuk dapat tempat di Piala Dunia 2026. Mantan pemilik Inter Milan itu menegaskan setiap pertandingan memiliki tingkat antusiasme yang berbeda dari publik.
Meski tiket tidak terjual habis, Erick Thohir memastikan dukungan terhadap Timnas Indonesia tetap kuat. Hal itu terlihat dari tingginya angka penonton yang menyaksikan pertandingan melalui siaran televisi.
"Kalau kita lihat memang kan kemarin kita Piala Dunia. Kalau Piala Dunia pasti semua antusias. Kalau bicara pertandingan-pertandingan yang ada ya pasti yang namanya tiket selalu up and down gitu," ujar Erick Thohir kepada awak media, termasuk Okezone di GBK Arena, Jakarta.
1. Jaga Keseimbangan Suporter Timnas Indonesia
Erick Thohir menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehadiran suporter di stadion dan jumlah pemirsa di layar kaca. Menurut Erick Thohir, dua aspek tersebut sama-sama penting dalam mengukur antusiasme publik.
Pria 55 tahun itu mengungkapkan rating siaran langsung pertandingan Timnas Indonesia masih menunjukkan angka tinggi. Berdasarkan laporan yang diterimanya, angka tersebut bahkan menyentuh kisaran 50 hingga 60 persen.
Bagi Erick Thohir, pencapaian tersebut menjadi indikator minat masyarakat terhadap skuad Garuda tetap terjaga. Ia menilai kondisi ini sebagai sinyal positif di tengah fase transisi pasca turnamen besar.
"Jadi kita lihat ini yang penting ada keseimbangan antara tadi rating televisi dan tentu suporter yang saya yakin ke depan akan lebih baik lagi tergantung dari pertandingan-pertandingan kompetisi," tutur Erick Thohir.
Pada ajang FIFA Series2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada akhir Maret 2026 lalu, Timnas Indonesia keluar sebagai runner-up. Skuad asuhan John Herdman menempati posisi kedua usai kalah dari Bulgaria (0-1) di partai final. Di semifinal, skuad Garuda menang telak atas Saint Kitts and Nevis (4-0).
2. John Herdman Butuh Waktu
Erick Thohir menilai hasil tersebut cukup memuaskan untuk pelatih debutan. Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu mengatakan, John Herdman butuh waktu untuk berproses bersama Timnas Indonesia.
"Kita duduk dulu, kasih Coach John dulu beradaptasi. Kemarin kalau sama Bulgaria kan naiknya (peringkat) lumayan, ya cuma ya seperti itu," tutup pemilik klub Liga 2 Inggris Oxford United.










