Kisah Keajaiban Pembalap Muda Veda Ega Pratama di Sirkuit Jerez: Start di Posisi 15 hingga Raih Podium
KISAH keajaiban pembalap muda Veda Ega Pratama yang pernah melakukan keajaiban di Sirkuit Jerez, Spanyol menarik untuk dibahas. Pasalnya kala itu Veda yang start dari posisi ke-15, justru berhasil naik podium pada Race 1 Red Bull Rookies Cup 2025.
Sirkuit Jerez di Spanyol sepertinya memiliki ikatan batin tersendiri bagi The Wonder Boy asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Menjelang seri keempat Moto3 musim 2026 yang akan digelar pada 24-26 April mendatang, memori indah tahun lalu di lintasan yang sama kembali mencuat.
Veda dijadwalkan kembali mengaspal di Sirkuit Jerez dengan misi penebusan dosa setelah mengalami insiden crash yang cukup menyakitkan pada balapan sebelumnya di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat.
Keyakinan Veda untuk bangkit di Spanyol didasari oleh rekam jejaknya yang luar biasa di sirkuit tersebut saat masih berlaga di Red Bull Rookies Cup 2025. Penguasaannya terhadap karakter trek Jerez diharapkan menjadi modal utama bagi pembalap Honda Team Asia ini untuk kembali bersaing di barisan depan kelas Moto3.
1. Memori Start Posisi 15
Mundur ke tahun 2025, Veda Ega Pratama pernah mengukir sejarah yang hampir mustahil dalam Race 1 Red Bull Rookies Cup di Jerez. Memulai balapan dari urutan ke-15, pembalap asal Gunungkidul ini melakukan aksi sulap yang membuat decak kagum.
Hanya dalam kurun waktu satu lap, Veda berhasil menyalip belasan pembalap dan langsung merangsek ke posisi tiga besar. Kala itu, Veda terlibat duel sengit melawan dua rival bebuyutannya, Hakim Danish dan Brian Uriarte.
Meski akhirnya harus puas finis di posisi ketiga di belakang Uriarte, pencapaian tersebut terasa sangat spesial karena merupakan podium pertamanya di ajang tersebut.
"Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana saya melakukannya, saya hanya mencoba menyalip semua orang, satu per satu," kenang Veda saat itu.
Keberhasilan itulah yang kemudian membantunya meraih status runner-up klasemen akhir dan mendapatkan Golden Ticket untuk naik kelas ke Moto3 2026.
2. Siap Bangkit Usai Kegagalan di COTA
Kini, tantangan baru menanti di Moto3 Spanyol 2026. Balapan ini menjadi momen krusial bagi Veda setelah kehilangan poin di Amerika Serikat.
Saat di COTA, Veda sebenarnya tampil impresif dengan mencatat fastest lap dan sempat merangkak ke posisi enam besar sebelum akhirnya terjatuh pada lap keempat. Kesalahan teknis berupa pembukaan gas yang terlalu agresif saat posisi motor miring menjadi penyebab ban belakangnya selip.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, dan sang ayah, Sudarmono, memastikan bahwa mental Veda tetap kuat meski gagal finis di seri sebelumnya. Dengan penundaan GP Qatar akibat situasi geopolitik di Iran, Veda memiliki waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan fisik.
Pada balapan di Sirkuit Jerez nanti, Veda ditargetkan mampu menembus posisi 10 besar dan kembali berduel dengan nama-nama lama seperti Hakim Danish dan Brian Uriarte yang kini juga meramaikan grid Moto3.










