Cristiano Ronaldo Sakit Hati, Sergio Ramos Pilih Lionel Messi sebagai Pemain Terbaik Dunia
MADRID – Perdebatan mengenai siapa pemain terbaik sepanjang masa (Greatest of All Time) antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo seolah tidak ada habisnya. Namun, bek legendaris Spanyol, Sergio Ramos, akhirnya memberikan jawaban finalnya.
Menariknya, Ramos yang menghabiskan hampir satu dekade bertarung di sisi Ronaldo di Real Madrid justru menjatuhkan pilihannya kepada sang megabintang Argentina, Lionel Messi.
Selama bertahun-tahun, bayangan Ramos dan Messi bermain dalam satu tim dianggap sebagai hal yang mustahil. Keduanya merupakan ikon rivalitas El Clasico yang kerap terlibat bentrokan fisik di lapangan.
Ramos, yang memegang rekor kartu merah terbanyak di liga top Eropa, sering memberikan pengawalan brutal kepada Messi saat keduanya bertemu Real Madrid vs Barcelona. Sebaliknya, Messi pun tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah El Clasico, sering kali mempermalukan lini pertahanan yang dipimpin Ramos.
Namun, peta persaingan berubah total pada Juli 2021 ketika Ramos pindah ke Paris Saint-Germain (PSG). Dunia dibuat terkejut saat satu bulan kemudian, Messi menyusul ke Parc des Princes. Hubungan yang diprediksi bakal dingin justru berubah menjadi kemitraan tak terduga di atas lapangan hijau.
1. Pengakuan Mengejutkan Mantan Kapten Real Madrid
Setelah menghabiskan hampir dua tahun berlatih dan bertanding bersama Messi di Prancis, pandangan Ramos terhadap rival lamanya itu berubah drastis. Meski telah memenangkan hampir semua trofi bergengsi bersama Cristiano Ronaldo di Santiago Bernabeu, Ramos mengakui kualitas Messi berada di level yang berbeda.
Dalam wawancaranya dengan PSG TV, Ramos secara terbuka mengakui kehebatan pemain yang kini membela Inter Miami tersebut.
"Saya menderita selama bertahun-tahun saat bermain melawan Messi. Sekarang, saya justru sangat menikmati bermain bersamanya. Dia adalah pemain terbaik yang pernah dilahirkan oleh sepak bola,” ungkap Ramos, dikutip dari Give Me Sport, Rabu (8/4/2026).
2. Dua Tahun yang Mengubah Sudut Pandang
Pernyataan ini tergolong mengejutkan mengingat latar belakang Ramos sebagai legenda Real Madrid. Selama hampir 10 tahun, ia menjadi saksi mata kehebatan Ronaldo di lini depan Los Blancos.
Namun, hanya butuh waktu dua tahun berada di tim yang sama dengan Messi untuk memantapkan opininya bahwa kapten Argentina itu adalah sang GOAT sejati. Messi sendiri terus membuktikan kelayakannya lewat rentetan rekor, mulai dari pencetak gol terbanyak sepanjang masa Barcelona, La Liga, hingga timnas Argentina.
Bagi Ramos, melihat langsung magis Messi setiap hari dalam sesi latihan sudah cukup untuk menutup perdebatan panjang tersebut. Meskipun Ronaldo memiliki statistik yang luar biasa, di mata Ramos, sepak bola belum pernah menghasilkan bakat sefenomenal Lionel Messi.










