Petaka Pesta Pernikahan, Tuan Rumah Tewas Dikeroyok Preman Gegara Tak Beri Jatah Miras

Petaka Pesta Pernikahan, Tuan Rumah Tewas Dikeroyok Preman Gegara Tak Beri Jatah Miras

Terkini | okezone | Senin, 6 April 2026 - 04:02
share

PURWAKARTA - Pesta pernikahan yang sebelumnya diselimuti kebahagiaan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat mendadak menjadi peristiwa pilu, Sabtu 4 April 2026. Hal ini terjadi setelah pemilik hajatan dianiaya sekelompok preman kampung hingga meninggal dunia.

Korban yang diketahui bernama Dadang (58), sebagai tuan rumah hajatan, dilaporkan meninggal dunia di tengah berlangsungnya acara pesta pernikahan anaknya. Korban diduga dikeroyok dan dipukul dengan benda tumpul oleh sekelompok preman yang datang ke acara pesta pernikahan tersebut.

Menurut saksi, sekelompok preman kampung tersebut datang meminta jatah uang kepada pemilik hajatan. Namun, korban tidak memberikan karena diduga akan digunakan untuk membeli minuman keras (miras). Hingga akhirnya terjadi keributan. 

Dadang sebagai tuan rumah dikeroyok hingga tidak sadarkan diri, sebelum akhirnya dilaporkan meninggal dunia. Suasana pesta pernikahan pun berubah kacau, diselimuti tangisan histeris dari keluarga. 

Dalam video yang beredar, disebutkan istri korban langsung pingsan dan dibopong oleh para tamu undangan. Begitu juga korban, yang tampak sudah tidak sadar tergeletak di tengah berlangsungnya pesta pernikahan.

"Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), ditemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala," ungkap Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi.

AKP Enjang menyebut, korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya sudah tidak tertolong. Hingga Sabtu malam sekitar pukul 21.30 WIB, jenazah korban masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk penanganan visum guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Peristiwa memilukan ini pun viral di media sosial dan mendapat sorotan tajam dari pengguna media sosial. Sejumlah netizen yang menyaksikan video saat peristiwa kejadian mengutuk keras para preman kampung itu dan mendesak polisi segera menangkapnya.

Topik Menarik