Pengamat Sepakbola Belanda Heran Pemain Diaspora Terima Paspor Indonesia Tanpa Pikir Panjang
PENGAMAT sepakbola, Tijmen van Wissing, heran ada pemain diaspora yang mau menerima paspor Indonesia tanpa pikir panjang. Harusnya hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan matang.
Belakangan ini, permasalahan muncul untuk beberapa pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda. Dua pemain, Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, diragukan keabsahan statusnya sebagai pemain yang berkarier di Negeri Kincir Angin.
1. Tidak Sah
Keduanya dianggap sebagai pemain yang tidak sah saat bermain untuk klubnya masing-masing. Semua ini bermula dari laporan NAC Breda yang meminta pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles setelah kalah telak 0-6.
Mereka meminta laga diulang karena menduga Dean James tidak memenuhi syarat untuk bermain sebagai pemain non-Uni Eropa. Bek kiri tersebut diduga tidak memiliki paspor Belanda, tapi tetap didaftarkan oleh Go Ahead Eagles sebagai pemain lokal.
Seperti kita tahu sang pemain kini merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Oleh karena itu, NAC Breda ingin pertandingan tersebut diulang.
Dies Natalis ke-79 HMI: Salurkan Bantuan Pendidikan dan Dukung Cak Nur Jadi Pahlawan Nasional
Langkah NAC Breda kemudian diikuti oleh TOP Oss, yang juga mengajukan permintaan serupa untuk pertandingan melawan Willem II ketika kalah dengan skor 1-3. Pihak klub mempermasalahkan status Nathan Tjoe-A-On yang bermain dalam pertandingan tersebut.
Van Wissing menilai masalah paspor ini seharusnya sudah bisa diprediksi oleh para pemain. Pengamat asli Belanda itu bahkan menyebut mereka yang menerima paspor WNI tanpa pertimbangan matang sebagai orang yang bodoh.
"Saya pikir itu jauh lebih bodoh dari para pemain dan agen. Mereka seharusnya memikirkannya matang-matang," kata Van Wissing dikutip dari Twente Fans, Selasa (31/3/2026).
2. Harusnya Sudah Tahu
Lebih lanjut, van Wissing menambahkan, para pemain seharusnya sudah tahu soal regulasi dan status mereka yang akan berubah ketika menerima paspor negara selain Belanda. Ia menyoroti agen pemain yang kurang mencermati hal ini.
"Jika Anda pemain non-Uni Eropa, Anda otomatis harus mendapatkan 608.000 euro (setara Rp11,9 miliar), dan seperti Mees Hilgers atau Dean James, Anda tidak menarik bagi klub-klub Eredivisie (Liga Belanda). Agen dan para pemain itu seharusnya meneliti hal itu lebih cermat," tutur van Wissing.
"(Tim) Geypens (FC Emmen) seharusnya tidak tertipu oleh kampanye Indonesia itu. Memang bagus mereka terbang ke sana, tetapi itu hanya berujung pada kesengsaraan," tandasnya.









