Kisah Eks Pemain Timnas Indonesia Oktovianus Maniani, Peraih Medali Perak SEA Games Sempat Main di Liga Tarkam
KISAH eks pemain Timnas Indonesia, Oktovianus Maniani, sang peraih medali perak SEA Games 2011 yang sempat main di Liga Antar Kampung (Tarkam) menarik untuk dibahas. Sebab siapa sangka, pemain yang terkenal di era 2010-an tersebut justru menjajal sebuah kompetisi Tarkam.
Sebelumnya, winger lincah asal Jayapura ini sempat menjadi fenomena di bawah asuhan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl pada ajang Piala AFF 2010. Kecepatan dan kelincahannya menyisir sisi sayap membuatnya menjadi idola baru, bahkan sempat mendapat julukan "Lionel Messi dari Papua" karena kepiawaiannya merepotkan barisan pertahanan lawan.
Sayangnya, sinar terang karier Okto tidak benar-benar mencapai puncak tertingginya setelah ia membantu Timnas Indonesia U-23 meraih medali perak di SEA Games 2011 Jakarta. Perlahan tapi pasti, namanya mulai meredup dari panggung kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
1. Pernah Rasakan Rumput Liga Tarkam
Perjalanan karier Okto Maniani setelah masa keemasannya di Timnas memang cukup berliku. Sempat berpindah-pindah klub mulai dari Sriwijaya FC hingga Barito Putera, sorotan kamera perlahan menjauh darinya.
Kabar mengejutkan sempat muncul saat pemain kelahiran 27 Oktober 1990 ini diketahui tetap menjaga sentuhannya di lapangan hijau melalui jalur yang tidak terduga. Pemain jebolan Raja Ampat ini sempat tertangkap kamera merumput di level Tarkam di Sulawesi Barat.
Bergabung dengan Persekab Kabe FC, Okto tampil di turnamen Tammejarra 2022. Meski kelasnya jauh berbeda dengan laga internasional yang biasa ia jalani, kualitas Okto tetap terlihat nyata.
Okto sukses membuktikan kelasnya dengan mengantar tim tersebut menembus babak final, sebuah bukti bahwa insting sepak bolanya belum hilang dimakan waktu.
2. Mencoba Peruntungan di Dunia Politik
Setelah memutuskan gantung sepatu secara profesional bersama PSBS Biak pada 2023, Okto mulai menatap kehidupan di luar lapangan hijau. Ia sempat mencoba peruntungan di dunia politik pada tahun 2024 dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Papua melalui Partai Golkar untuk daerah pemilihan Yapen Waropen.
Meski perolehan suaranya belum cukup untuk membawanya ke kursi legislatif, semangatnya untuk berkontribusi bagi tanah kelahirannya tetap membara. Kini, kehidupan Okto lebih banyak dihabiskan bersama keluarga dan aktif dalam komunitas lokal di Papua.
Meski tidak lagi berlaga di bawah lampu stadion yang megah, Okto tetap bersentuhan dengan bola melalui pembinaan talenta muda di daerahnya. Sesekali, ia masih muncul dalam laga eksibisi atau turnamen amal, seperti saat ia bereuni dengan Titus Bonai di ajang Piala Kemerdekaan di Bontang.
Perjalanan Oktovianus Maniani adalah potret dinamika karier seorang pesepakbola. Dari pahlawan bangsa di Gelora Bung Karno hingga menjadi bintang di lapangan desa, nama Okto akan selalu diingat sebagai salah satu talenta tercepat yang pernah menghiasi sejarah sepak bola Indonesia.










