Iran Klaim Hancurkan Pesawat AWACS AS dalam Serangan ke Pangkalan Udara Saudi

Iran Klaim Hancurkan Pesawat AWACS AS dalam Serangan ke Pangkalan Udara Saudi

Terkini | okezone | Senin, 30 Maret 2026 - 06:58
share

JAKARTA - Iran mengklaim telah menyebabkan kerusakan signifikan pada aset militer Amerika Serikat dalam serangan balasan menggunakan rudal dan drone terhadap pangkalan udara AS di Arab Saudi, Jumat, 27 Maret 2026.

Berdasarkan kutipan dari ndtv, Senin (30/3/2026). Serangan tersebut dilaporkan menghantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan, lokasi penempatan pesawat komando dan kendali E-3 AWACS bersama aset militer AS lainnya. Iran mengklaim pesawat tersebut hancur dalam serangan.

Gambar yang dirilis oleh Press TV Iran memperlihatkan badan pesawat mengalami kerusakan parah, dengan hanya bagian hidung dan ekor yang tampak relatif utuh. Serangan dilaporkan melibatkan enam rudal balistik dan 29 drone.

Sedikitnya 10 personel AS dilaporkan terluka, dua di antaranya dalam kondisi serius, menurut Associated Press. Selain itu, beberapa pesawat pengisian bahan bakar juga disebut mengalami kerusakan.

Hingga saat ini, Komando Pusat AS (CENTCOM) belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.

 

Menurut laporan Press TV, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menggunakan kombinasi rudal jarak menengah dan jauh serta drone tempur untuk menargetkan fasilitas yang terkait dengan kepentingan AS dan Israel. Iran juga mengklaim telah menembak jatuh drone MQ-9 serta mengenai jet tempur F-16.

Serangan ini disebut lebih besar dari perkiraan awal, dengan sejumlah pesawat militer AS dilaporkan terdampak, termasuk pesawat tanker dan AWACS E-3 Sentry.

Pangkalan tersebut telah berulang kali menjadi sasaran sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran meningkat pada 28 Februari. Sejak itu, kedua pihak saling melancarkan serangan, termasuk yang menargetkan pejabat militer dan fasilitas strategis.

Konflik yang kini memasuki bulan kedua juga meluas ke kawasan lain. Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan menembakkan rudal ke Israel, sementara Iran mengancam akan memperluas target serangan.

Di Iran, ledakan dilaporkan terjadi di Teheran pada Minggu pagi, menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya di kawasan dekat Shaft, menurut Mehr News Agency. Fars News Agency juga melaporkan korban luka tambahan di wilayah utara dan barat ibu kota.

Infrastruktur sipil turut terdampak. Serangan pada Sabtu dilaporkan menewaskan satu keluarga di Provinsi Bushehr serta merusak fasilitas air di Khuzestan.

Militer Iran juga menyatakan telah menargetkan pusat peperangan elektronik dan radar milik perusahaan pertahanan Israel, Elta, di kompleks militer di Haifa, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar di Bandara Ben Gurion.

Topik Menarik