Bahaya, Masyarakat Diimbau Tak Beraktivitas di Rel Kereta saat Arus Balik Lebaran
JAKARTA – PT KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di jalur rel kereta api selama masa arus balik Lebaran 2026. Imbauan ini disampaikan menyusul masih tingginya mobilitas penumpang serta adanya temuan perilaku tidak tertib di sekitar jalur rel.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebut masih adanya insiden terkait ketidaktertiban masyarakat yang beraktivitas di jalur rel kereta api. Hal ini dinilai berbahaya, baik bagi keselamatan individu maupun operasional perjalanan kereta.
“Kami tegaskan kembali kepada masyarakat untuk tidak berkegiatan di jalur kereta api karena sangat membahayakan diri sendiri dan perjalanan kereta api,” kata Franoto, Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan, KAI melalui unit pengamanan dan prasarana terus melakukan koordinasi serta sosialisasi langsung kepada warga terkait pentingnya keselamatan di sekitar jalur rel.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah potensi kecelakaan sekaligus memastikan perjalanan kereta api selama masa arus balik tetap aman dan lancar.
Lebih lanjut, Franoto menyebut jumlah kedatangan penumpang selama periode arus balik terpantau cukup tinggi dan merata.
Ia menyebutkan, sejak 23 hingga 29 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai lebih dari 53 ribu orang per hari, khususnya pada periode 24–29 Maret.
“Kalau dirata-ratakan, sekitar 53 ribu penumpang datang setiap hari,” ujarnya.
Sementara itu, untuk keberangkatan pada 29 Maret 2026 tercatat sekitar 30 ribu penumpang dari berbagai stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta. Rinciannya, sebanyak 13 ribu penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan sekitar 10 ribu penumpang dari Stasiun Gambir.
Franoto juga memastikan layanan kereta tambahan masih dioperasikan hingga awal April. Pada 1 April 2026, terdapat total 20 perjalanan kereta tambahan Lebaran, dengan rincian 13 perjalanan dari Stasiun Gambir dan 7 perjalanan dari Stasiun Pasar Senen.
Dari sisi ketersediaan tiket, KAI mencatat masih terdapat lebih dari 100 ribu tempat duduk yang tersedia untuk keberangkatan hingga 1 April 2026. “Kami pastikan tidak ada puncak arus balik, semuanya merata,” katanya.










