4 Fakta MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp40 Triliun

4 Fakta MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Negara Hemat Rp40 Triliun

Ekonomi | okezone | Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:09
share

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Efisiensi program MBG berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.

Efisiensi program MBG dilakukan dengan mengurangi jumlah hari operasional. Pemberian MBG diusulkan menjadi lima hari dalam sepekan dari sebelumnya yang enam hari.

Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta MBG dipangkas jadi 5 hari, negara hemat Rp40 triliun, Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

1. Purbaya Sebut Negara Hemat Rp40 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, efisiensi dari program MBG dengan mengurangi jumlah penyaluran makan menjadi lima hari dalam seminggu akan menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun. 

Purbaya menegaskan bahwa inisiatif penghematan ini datang langsung dari pihak BGN setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi saat ini.

"Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

2. BGN Efisiensi Anggaran

Purbaya menjelaskan, langkah ini menunjukkan upaya BGN dalam melakukan efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak akibat konflik geopolitik global.

“Ini bukan saya yang motong ya, memang dia (BGN) melakukan sendiri karena dia bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan yang seperti sekarang ini,” ujarnya.

Meski detail teknisnya akan diumumkan secara resmi oleh Kepala BGN Dadan Hindayana, Purbaya meyakini efisiensi ini akan memperkuat ketahanan fiskal pemerintah.

"Dengan itu saja, bantalan kita masih cukup," ucap Purbaya.

Usulan pengurangan hari operasional MBG menjadi lima hari masih bersifat awal dan disampaikan dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

 

3. Penghematan Anggaran

Purbaya menjelaskan bahwa potensi penghematan ini berada di luar target efisiensi Rp80 triliun yang sebelumnya pernah disinggung oleh Mensetneg Prasetyo Hadi. Selain pada program MBG, pemangkasan anggaran juga akan diberlakukan secara proporsional kepada seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L).

"Saya akan buat merata seluruh K/L. Kita akan tentukan dari sini terus dia potong sendiri," ujar Purbaya.

4. Anggaran MBG

Sebagai informasi, anggaran program MBG pada tahun 2026 melonjak drastis menjadi Rp335 triliun, naik lebih dari lima kali lipat dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp51,5 triliun.

Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L), tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN) hanya sebesar Rp268 triliun. Sementara Rp67 triliun sisanya dicadangkan, setara dengan 20 persen dari total anggaran.

Sementara, berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2025 tentang APBN 2026, dari total anggaran tersebut, sebesar Rp255,5 triliun (sekitar 76 persen) dialokasikan khusus untuk pembelian makanan, sementara sisanya digunakan untuk biaya operasional dan pendukung lainnya.
 

Topik Menarik