Arus Balik, Kendaraan di Bakauheni Bakal Dialihkan ke Pelabuhan Wira Beton jika Membeludak
LAMPUNG SELATAN - Pelabuhan Wika Beton (Wijaya Karya Beton) bakal menjadi pelabuhan cadangan atau alternatif dalam mengalihkan kendaraan jika terjadi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni selama masa arus balik Lebaran 2026.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Suratno. Ia mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan lima kapal untuk mengangkut penumpang yang dialihkan ke Pelabuhan Wika Beton.
“Ketika memang nanti ASDP tidak mampu, maka kami akan melakukan pengalihan ke Wika (Pelabuhan Wika Beton), kapalnya sudah siap lima kapal yang biasa,” kata Suratno, Senin (23/3/2026).
Ia menegaskan, saat ini status Pelabuhan Wika Beton merupakan pelabuhan kontinjensi atau alternatif, bukan pelabuhan tambahan seperti Pelabuhan Ciwandan pada masa arus mudik 2026 yang dijadikan pelabuhan tambahan bagi pemudik motor.
“Untuk Wika (Pelabuhan Wika Beton), posisinya saat ini kami hanya akan mengoperasikan dalam kondisi tertentu. Jadi, bentuknya tadinya pelabuhan tambahan utama, saat ini berstatus menjadi pelabuhan kontinjensi,” ucap dia.
Selain itu, pihaknya juga bakal menerapkan sistem TBB (Tiba Bongkar Berangkat) jika terjadi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni. Namun untuk kondisi landai seperti saat ini, ia menuturkan sistem tersebut belum bisa dilakukan di tengah situasi arus balik yang masih landai.
“Kami belum melaksanakan TBB, tapi penambahan kapal dulu, karena memang melihat situasi masih normal. Kalau kami TBB, kan tidak efektif juga untuk dilaksanakan. Tapi kami menjadi pertimbangan ada tren setelah sore biasanya di Bakauheni. Jadi nanti kami akan pelajari setelah ini, ketika memang terjadi peningkatan dari data booking, ketika melonjak maka kami akan siapkan pola itu,” pungkasnya.










