Duh! Terima Laporan Evakuasi Ular, Damkar Bekasi Malah Jadi Korban Prank saat Lebaran
JAKARTA - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menjadi korban laporan palsu saat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Sabtu 21 Maret kemarin. Peristiwa bermula ketika petugas menerima laporan melalui telepon dari seorang warga bernama Wahyu.
Anggota Disdamkarmat Kota Bekasi, Ragil Bachtawar, menuturkan tim langsung bergegas ke lokasi evakuasi setelah menerima laporan tersebut. Ia menyebut lokasi yang dilaporkan berada di Jalan KH Agus Salim No 69, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
"Ya kan ada laporan evakuasi ular, jam 14.26 WIB. Terus dia (pelapor) ngirimin video juga. Karena menurut kita laporannya kayak valid, ya kita ke lokasi. Titiknya ada di Agus Salim, kita datang," ucap Ragil, Minggu (22/3/2026).
Setibanya di lokasi, petugas langsung menanyakan detail alamat yang dilaporkan kepada warga. Akan tetapi, titik lokasi yang dituju petugas dengan menggunakan aplikasi Google Maps ternyata tidak akurat sesuai alamat yang tertera dalam laporan.
"Kita ngobrol dulu sama warga, karena titiknya sesuai rumah warga itu. Pas ditanya, 'Oh kalau di sini mah Maps-nya suka ngaco, Pak'. Mungkin rumahnya ada di belakang, di balik tembok, ini ada perkampungan lagi," ucapnya.
Ia menyebut Ketua RT setempat juga membantu mencari warga bernama Wahyu sesuai alamat yang dilaporkan. Namun, Wahyu menyatakan tidak membuat laporan kepada petugas Damkar.
Petugas kemudian menghubungi pelapor, namun yang bersangkutan mengaku sedang berada di rumah pamannya. Sang pelapor juga sempat mengirimkan fotokopi KTP sebagai bukti.
"Sempat diangkat, disahutin sama dia (pelapor), 'Iya Pak, saya lagi di rumah paman saya, itu Bapak bisa coba saja tanya warga'. Ngasihlah fotokopi KTP, 'Ini Pak, istri saya yang ini'," ucapnya.
Dari fotokopi KTP yang diterima, petugas bersama Ketua RT mendatangi alamat yang dimaksud. Namun, warga yang tinggal di alamat tersebut mengaku tidak pernah melaporkan apa pun kepada petugas Damkar.
"Kita tanya, 'Ibu, nama suaminya Wahyu?' 'Bukan, nama suami saya mah Asan dan saya juga nggak ngelapor apa-apa, Mas'. Terus akhirnya disangkutpautkan sama Pak RT, 'Ibu punya sangkutan (utang) nggak?' Dia merasa tidak. Oh ya sudah menurut tim, berarti ini laporan fiktif," ucap Ragil.
Laporan palsu ini diduga dilakukan untuk membuat kehebohan atau mempermalukan seseorang saat Lebaran, yang merupakan momen berkumpul keluarga.










