Marc Marquez Komentari Penundaan MotoGP Qatar 2026 Imbas Konflik Iran vs AS-Israel
GOIANIA – Marc Marquez akhirnya angkat bicara mengenai penundaan MotoGP Qatar 2026 imbas konflik antara Iran vs aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pembalap tim Ducati Lenovo itu menekankan pentingnya jaminan keamanan dan perdamaian.
MotoGP SE selaku pemegang hak komersial ajang balap motor itu, memutuskan menunda pelaksanaan GP Qatar 2026. Sedianya seri keempat MotoGP 2026 tersebut digelar pada 10-12 April.
1. Revisi Kalender Balap
Namun, nasib GP Qatar menjadi pertanyaan usai pecahnya perang antara Iran vs AS-Israel di Asia Barat. Serangan udara yang dilancarkan kedua belah pihak jelas mengancam keselamatan penerbangan di kawasan.
Qatar sendiri tak luput dari sasaran serangan Iran yang menyasar fasilitas-fasilitas militer milik AS. Alhasil, keberlangsungan balapan di Sirkuit Internasional Lusail, Losail, diliputi tanda tanya besar.
Pada akhirnya, balapan tersebut diputuskan ditunda pelaksanaannya ke 6-8 November 2026 dengan harapan kondisi jauh lebih membaik. Kalender balap MotoGP 2026 pun terpaksa mengalami revisi minor.
Dua seri penutup, yakni Portugal dan Valencia (Spanyol) diundur sepekan. Balapan di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao, dimundurkan ke 20-22 November sementara lomba di Sirkuit Ricardo Tormo, Cheste, digelar pada 27-29 November 2026.
2. Perdamaian dan Keamanan
Marquez mengaku sama sekali tidak masalah bila pekan balapan di Qatar harus diundur pelaksanaannya. Yang terpenting adalah terjadi deeskalasi atau penurunan ketegangan di kawasan.
“Yang terpenting adalah penghentian konflik untuk memastikan perdamaian dan keamanan di daerah-daerah tersebut,” tegas Marquez jelang MotoGP Brasil 2026 di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, dikutip dari Crash, Sabtu (21/3/2026).
Keputusan penundaan itu memastikan kalender balap MotoGP 2026 tetap menggelar 22 seri. Hal ini berbeda dengan sikap yang diambil Formula One (F1) terkait konflik di kawasan.
Ajang balap jet darat itu memutuskan dua balapan yakni di Bahrain (10-12 April) dan Arab Saudi (17-19 April) tidak berlangsung atau dibatalkan. Alhasil, kalender balap yang tadinya menggelar 24 seri, mengerucut jadi hanya 22.










