Garda Revolusi Iran Konfirmasi Kematian Ali Larijani
JAKARTA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan kematian Ali Larijani, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang berpengaruh. IRGC mengonfirmasi Larijani tewas dalam serangan AS–Israel.
Kantor Larijani menyatakan ia meninggal bersama putranya, Mortaza, serta wakil bidang keamanan, Alireza Bayat. Kematian tersebut kemudian dikonfirmasi melalui akun resmi X.
Sayap media IRGC, Sepah, menggambarkan Larijani sebagai "salah satu politisi paling terkenal dan terampil di Iran."
Mantan ketua parlemen, Ali Larijani, adalah penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam gelombang pertama serangan AS–Israel pada 28 Februari.
Media Barat menggambarkan Larijani sebagai politisi terkuat kedua setelah Khamenei dan pemimpin de facto negara itu selama proses pemilihan pengganti Khamenei.
Sebelumnya pada Selasa (17/3/2026), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa Larijani telah "dieliminasi" bersama Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, komandan milisi Basij Iran. Iran mengonfirmasi kematian Soleimani tak lama kemudian.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memasukkan perubahan rezim di Iran sebagai salah satu tujuan perang mereka.
Namun, pejabat Iran berpendapat bahwa penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pengganti ayahnya, Ali Khamenei, menunjukkan bahwa pembunuhan para pemimpin tidak berhasil memicu kejatuhan pemerintah.










