Kesal Dicueki NATO Amankan Selat Hormuz, Trump: Saya Tak Butuh Bantuan!
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump murka kepada aliansi pertahanan NATO. Dia menegaskan tidak membutuhkan bantuan negara-negara anggota aliansi pertahanan tersebut untuk mengamankan Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran.
Tak satu pun anggota NATO yang memenuhi permintaan Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz guna memastikan kelancaran jalur perairan strategis tersebut.
"Amerika Serikat telah diberitahu oleh sebagian besar 'Sekutu' NATO bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam operasi militer melawan rezim teroris Iran," kata Trump, di akun Truth Social, dikutip Rabu (18/3/2026).
Dia mengklaim AS meraih kemenangan besar atas operasi tersebut, sehingga tak membutuhkan bantuan dari para sekutu.
"Kami tidak lagi 'membutuhkan' atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO. Kami tidak pernah membutuhkannya," tulisnya.
Indonesia, Malaysia hingga Brunei Kompak Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis 19 Februari 2026
Trump meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, serta negara-negara lain untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk mengamankan salah satu titik penting terpenting di dunia untuk perdagangan minyak global.
Dia mengaku tidak percaya bahwa anggota NATO bersedia membela AS, berbeda dengan komitmen AS dalam mendukung aliansi tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (menlu) Kanada Anita Anand mengatakan Ottawa tidak mengetahui adanya permintaan dari AS agar negara-negara NATO bergabung dalam operasi melawan Iran atau memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Pengiriman barang melalui Selat Hormuz hampir terhenti setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
Iran tidak bermaksud menutup Selat Hormuz namun memiliki hak untuk menjaga perdamaian di jalur air tersebut.










