Rencana Integrasi MRT Koridor Timur-Barat di Kawasan Serpong

Rencana Integrasi MRT Koridor Timur-Barat di Kawasan Serpong

Ekonomi | okezone | Minggu, 15 Maret 2026 - 20:00
share

JAKARTA - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tengah menjajaki kerja sama dengan PT MRT Jakarta untuk pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat (Kembangan-Balaraja). Langkah ini dilakukan guna mengintegrasikan kawasan hunian di wilayah Jakarta Barat dan Banten dengan jaringan transportasi massal untuk mempermudah mobilitas masyarakat lintas provinsi.

"Integrasi ini diharapkan membuat kawasan semakin hidup dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih efisien. Aksesibilitas di wilayah Serpong akan semakin beragam dengan adanya pilihan moda transportasi massal ini," ujar Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur, Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Perkembangan Kawasan Penyangga

Kawasan Serpong kini berkembang menjadi salah satu titik hunian dan gaya hidup di wilayah penyangga ibu kota. Di tengah perkembangan tersebut, SMRA melalui unit usahanya mengembangkan area seluas sekitar 850 hektare yang mengusung konsep kota terpadu dengan memadukan hunian, area komersial, pendidikan, hingga ruang publik.

Albert menjelaskan bahwa pengembangan kawasan tersebut berfokus pada integrasi fungsi dan konektivitas yang mendukung aktivitas masyarakat. 

"Penambahan akses menuju wilayah Serpong diyakini dapat meningkatkan nilai kawasan serta merangsang pertumbuhan potensi bisnis di sekitarnya," tambahnya.

Hingga saat ini, di area tersebut telah terbangun lebih dari 12.000 unit rumah, 6.000 unit apartemen, 1.800 kavling perumahan, serta sekitar 2.000 unit ruko. Terdapat empat kawasan utama yang telah dikembangkan.

 

Fasilitas Umum dan Infrastruktur

Selain hunian, wilayah ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik. Di sektor kesehatan terdapat Rumah Sakit Saint Carolus Summarecon Serpong, sementara di sektor pendidikan tersedia institusi seperti Sekolah Terpadu Pahoa, Sekolah Islam Al Azhar, Sekolah Trilingual Ekayana Genta Bangsa, hingga perguruan tinggi seperti Universitas Pradita dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Sektor komersial dan akomodasi juga terus bertumbuh dengan hadirnya pusat perbelanjaan, menara perkantoran, serta beberapa hotel berbintang. Pada pertengahan 2026, direncanakan akan dibuka creative retail compound seluas 3,9 hektare sebagai ruang kreatif terbuka.

Peningkatan Keamanan dan Aksesibilitas

Dari sisi pengelolaan lingkungan, pengembang telah mengoperasikan Command Center sejak 2023 yang berfungsi sebagai pusat kendali keamanan dan pemantauan lalu lintas. Program pembenahan infrastruktur juga dilakukan melalui penambahan jalur u-turn dan penataan lanskap di sejumlah titik.

Aksesibilitas kawasan ini tercatat mengalami peningkatan dengan diresmikannya jalan penghubung baru antara Gading Serpong dan BSD City pada Januari 2025. Jalan tembus ini merupakan hasil kolaborasi antar-pengembang di wilayah tersebut untuk menyambungkan Jalan Boulevard Gading Serpong secara langsung ke area BSD City.
 

Topik Menarik