Digoda Aprilia, Tim Valentino Rossi Bakal Tinggalkan Ducati di MotoGP 2027?
BURSA transfer MotoGP terus memanas menjelang regulasi baru tahun 2027, tim Pertamina Enduro VR46 milik Valentino Rossi bahkan telah digoda pabrikan Aprilia untuk meninggalkan tim Ducati. Ya, tim asal Tavullia ini mengonfirmasi adanya pendekatan serius dari Aprilia, namun mereka memilih untuk tetap setia pada kemitraan mereka dengan Ducati.
Pihak Aprilia dilaporkan sempat menjalin komunikasi intensif dengan manajemen VR46 selama musim dingin lalu. Mengingat sejarah manis Valentino Rossi yang memulai karier Grand Prix-nya bersama Aprilia, meraih gelar juara dunia 125cc dan 250cc, reuni ini sempat dianggap sebagai skenario yang romantis bagi para penggemar balap Italia.
1. Hubungan Emosional dengan Massimo Rivola
Kedekatan antara VR46 dan Aprilia sebenarnya didukung oleh hubungan personal yang kuat. Manajer Tim VR46, Alessio Salucci, mengungkapkan dirinya memiliki sejarah panjang dengan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola.
Rivola adalah sosok yang mengelola situasi ketika Rossi menjalani tes Formula 1 bersama Ferrari pada tahun 2004 silam.
"Kami berbicara sedikit dengan Aprilia karena mereka ingin berbicara dengan kami, dan kami adalah pria yang menjunjung sopan santun," ujar pria yang akrab disapa Salucci tersebut, dikutip dari Crash, Sabtu (14/3/2026).
Meski mengakui kekagumannya terhadap manajemen Rivola, Salucci menegaskan niat untuk berpindah pabrikan tidak pernah benar-benar ada dalam rencana strategis mereka. Fokus utama VR46 saat ini adalah menuntaskan detail kecil dalam kontrak perpanjangan dengan Ducati untuk menyongsong era mesin 850cc dan ban Pirelli.
2. Tantangan Prestasi
Keputusan VR46 untuk bertahan di Ducati didorong oleh status tim yang kini naik kelas menjadi skuad satelit utama yang didukung langsung oleh pabrikan per 2025, menggantikan posisi Pramac.
Walaupun musim lalu Gresini Ducati tampil lebih mencolok melalui Alex Marquez, dan Aprilia menunjukkan taji dengan menempatkan empat pembalap di lima besar pada pembuka musim di Thailand, VR46 tetap yakin pada potensi Desmosedici.
Tantangan besar kini ada di Pundak dua pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli. Dengan kontrak yang akan habis akhir musim ini, serta kegagalan tim mendapatkan tanda tangan Pedro Acosta yang dikabarkan lebih memilih Ducati Lenovo, VR46 dituntut untuk segera kembali ke jalur kemenangan.
Terakhir kali tim ini mencicipi podium tertinggi adalah lewat aksi Marco Bezzecchi pada tahun 2023. Dengan pembaruan kontrak yang segera diteken, stabilitas teknis diharapkan menjadi kunci bagi tim milik The Doctor untuk kembali mendominasi grid MotoGP.










