PGN Tambah 230 Km Pipa Gas di 2025
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menambah lebih dari 230 km jaringan pipa distribusi gas bumi pada tahun 2025. Penambahan jaringan pipa gas ini dilakukan seiring upaya memperluas akses energi bersih dan memperkuat layanan gas bumi di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, saat ini PGN mengelola lebih dari 95 infrastruktur gas bumi nasional. Pertumbuhan jaringan pipa gas bumi ini mendorong PGN untuk memperkuat integrasi jaringan pipa dengan infrastruktur non pipa guna memastikan layanan gas bumi semakin luas.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi menghadapi peningkatan kebutuhan energi domestik sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan efisien.
“Integrasi jaringan pipa dan non pipa akan terus dilanjutkan PGN untuk menjangkau wilayah baru sekaligus meningkatkan keandalan penyaluran gas bumi kepada pelanggan," kata Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
"Penguatan infrastruktur sekaligus menjadi fondasi untuk memperluas akses energi yang lebih bersih dan meningkatkan daya saing nasional,” sambungnya.
Penyaluran Gas Bumi 2025
Sepanjang 2025, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 836 BBTUD di berbagai segmen pelanggan, seiring dengan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi >830.300 pelanggan .
Integrasi infrastruktur pipa dan non pipa dinilai menjadi pondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi serta memperluas jangkauan layanan ke berbagai wilayah dan segmen pelanggan.
Perkuat Jaringan Pipa Distribusi di 2026
Fajriyah menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi fase strategis bagi perusahaan dalam mengoptimalkan infrastruktur terintegrasi.
Hal ini juga untuk memperkuat jaringan pipa distribusi gas bumi PGN yang selama 3 tahun terakhir terus bertumbuh.
Penguatan infrastruktur dilakukan secara terintegrasi bersama entitas anak usaha PGN, antara lain Pertagas, PGN LNG Indonesia, Gagas Energi Indonesia, serta Nusantara Regas.
Sinergi ini memungkinkan optimalisasi layanan mulai dari rumah tangga, UMKM, industri, transportasi, hingga sektor layanan publik seperti rumah sakit dan fasilitas sosial.
“Pengelolaan infrastruktur gas bumi memiliki risiko tinggi, sehingga integrasi teknologi dan penerapan standar keselamatan menjadi prioritas utama. Dengan fondasi infrastruktur yang kuat dan terintegrasi, PGN optimistis dapat terus memperluas akses gas bumi bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” kata Fajriyah.









