Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Akan Naik Jadi Rp10 Ribu, Pramono Beri Penjelasan Alasannya
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Kamis (13/3/2026) meresmikan trayek baru Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Tarif awal yang ditetapkan Rp3.500 akan dinaikkan menjadi Rp10.000–Rp15.000 dalam tiga bulan ke depan.
Pramono mengatakan salah satu alasan tarif rute tersebut berbeda dengan rute lainnya adalah beban subsidi yang terlalu besar. Meski telah memberikan kisaran tarif, Pramono menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih akan mengkaji tarif tetapnya.
“Karena memang bebannya terlalu berat dan subsidinya terlalu besar, kami akan menaikkan angkanya, rentangnya antara Rp10.000 sampai Rp15.000. Kami akan putuskan setelah memberikan tiket ataupun rute dengan harga Rp3.500 selama 3 bulan,” ujar Pramono kepada wartawan, Kamis.
Selain itu, kata Pramono, bus Transjabodetabek yang memasuki area bandara juga akan dibebankan tarif parkir. Oleh karenanya, ia menilai tarif Rp10.000–Rp15.000 merupakan angka yang pas.
“Rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan. Di Terminal 1, 2, dan 3, bus parkir itu kan tidak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung. Itulah yang sedang kami finalisasi, kami lakukan perhitungan,” sambungnya.
Meski akan naik, politikus PDIP itu meyakini Transjabodetabek masih akan menjadi pilihan utama masyarakat. Pramono menjelaskan tarif Rp10.000–Rp15.000 tetap lebih murah dibandingkan menggunakan layanan Damri atau taksi online.
“Kalau katakanlah ini bisa Rp15.000 saja dibandingkan Damri yang Rp80.000 maupun taksi yang Rp200.000 lebih, atau melalui Gocar yang rata-rata di atas Rp125.000, saya yakin ini akan menjadi alternatif favorit masyarakat untuk menggunakan Transjabodetabek,” tandasnya.










