Prancis Kerahkan Selusin Kapal Perang ke Selat Hormuz, Mau Tembus Blokade Iran?
JAKARTA — Prancis mengerahkan sekitar selusin kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya, ke Mediterania, Laut Merah, dan berpotensi ke Selat Hormuz. Langkah ini diambil Presiden Emmanuel Macron sebagai bagian dari dukungan pertahanan Prancis bagi sekutu yang terancam oleh konflik di Timur Tengah.
Berbicara di Siprus pada Senin (9/3/2026), sebelum mengunjungi kapal induk Charles de Gaulle yang tiba akhir pekan ini di Mediterania timur, Macron berusaha meyakinkan rekan sejawatnya dari Siprus setelah sebuah drone dicegat menuju pulau itu pekan lalu.
“Ketika Siprus diserang, maka Eropa pun diserang,” kata Macron setelah bertemu dengan Presiden Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di Paphos, sebagaimana dilansir Reuters.
Negara-negara Eropa sebagian besar tersisih seiring meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang menghantam negara-negara Teluk Arab serta menyeret Lebanon ke garis depan setelah kelompok militan Hizbullah, yang didukung Iran, menyerang Israel.
Breaking News: Kontak Tembak dengan OPM di KM 50 Area PT Freeport, 1 Prajurit TNI Gugur 1 Luka
Namun, dengan jalur pelayaran di Timur Tengah yang terganggu dan harga minyak melonjak jauh di atas USD 100 per barel, kekuatan Eropa bergulat dengan masalah bagaimana mempertahankan kepentingan mereka.
“Tujuan kami adalah mempertahankan sikap defensif yang ketat, berdiri bersama semua negara yang diserang oleh Iran dalam pembalasannya, memastikan kredibilitas kami, dan berkontribusi pada de-eskalasi regional. Pada akhirnya, kami bertujuan menjamin kebebasan navigasi dan keamanan maritim,” kata Macron.
Aktivitas angkatan laut utama Uni Eropa di kawasan ini berpusat pada Aspides — “Perisai” dalam bahasa Yunani — sebuah misi angkatan laut di Laut Merah yang diluncurkan pada awal 2024 untuk melindungi kapal dari serangan militan Houthi, sekutu Iran yang mendukung kelompok militan Palestina Hamas dalam perangnya dengan Israel.
Macron, yang angkatan lautnya sudah menyediakan satu kapal perang untuk misi tersebut, mengatakan akan ada dua kapal perang secara total. Namun, secara keseluruhan Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
Transaksi Bale by BTN Melonjak 79 Persen, Nilai Transaksi Rp103,6 Triliun per Akhir Desember 2025
Aksi itu pada akhirnya dapat mencakup Selat Hormuz untuk mendukung kapal-kapal komersial, kata Macron.
“Kami sedang menyiapkan misi yang murni defensif, murni pengawal, yang harus dipersiapkan bersama dengan negara-negara Eropa dan non-Eropa. Tujuannya adalah memungkinkan, sesegera mungkin setelah fase paling intens dari konflik berakhir, pengawalan kapal kontainer dan kapal tanker untuk secara bertahap membuka kembali Selat Hormuz,” jelas Macron tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.










