Nelayan Curhat Harapan Pembangunan Kampung Merah Putih
JAKARTA – Para nelayan antusias menyambut pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Mereka berharap keberadaan KNMP bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Salah satu nelayan di Kabupaten Bantul, DIY, Punijo, mengatakan bahwa sebagian besar nelayan menggantungkan hidupnya pada aktivitas menangkap ikan di laut. Namun profesi ini tidak bisa dilakukan sepanjang musim karena pantai selatan kerap diwarnai gelombang besar yang berbahaya jika dipaksakan untuk melaut.
“Kendala di sini adalah gelombang besar. Nelayan sangat antusias dengan KNMP. Harapannya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya nelayan,” tutur Punijo, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, hasil tangkapan ikan nelayan selama ini tidak menentu. Saat musim sepi, produksi ikan hanya sekitar 500 kilogram. Namun ketika cuaca baik dan musim ikan tiba, hasil tangkapan meningkat karena seluruh nelayan turun melaut.
Oleh karena itu, Punijo dan nelayan lainnya sangat berharap keberadaan KNMP, yang akan dilengkapi fasilitas produksi es dan lemari beku, dapat menjadi solusi untuk menyimpan hasil tangkapan ikan.
“Terima kasih, ini sangat bermanfaat bagi nelayan dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
KNMP dinilai sangat menguntungkan nelayan karena menyediakan 400 jaring, 10 kapal, dan 30 mesin yang disesuaikan dengan kebutuhan. Adanya gerai kuliner juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga.
Selama ini, ikan hasil tangkapan nelayan hanya dijual kepada tengkulak. Nantinya, ikan hasil tangkapan wajib dijual ke koperasi dan diolah menjadi produk kuliner yang lebih bervariasi, sehingga meningkatkan penghasilan para nelayan.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau pembangunan KNMP di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY. Ia menegaskan, KNMP harus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi nelayan.
Trenggono menyebutkan kunjungannya sebagai rangkaian pengecekan KNMP di seluruh Indonesia. Pada tahun 2025, sekitar 100 kampung nelayan telah dibangun, termasuk KNMP di Poncosari.
“Ini bagian dari rangkaian perjalanan saya mengecek seluruh pembangunan KNMP. Sebelumnya dari NTT, NTB, Jawa Timur, dan hari ini di DIY. Besok akan ke Jateng dan minggu depan ke Sulawesi,” kata Trenggono.
Ia mengaku senang dengan progres pembangunan yang ada, terlihat dari seluruh bangunan yang sudah cukup sempurna. Para nelayan juga antusias menerima program KNMP.
Saat ini, KNMP Poncosari siap beroperasi, tinggal pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Selain itu, program asuransi bagi nelayan akan digulirkan agar mereka lebih nyaman saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut.
“SPBN sedang kami upayakan, dan nanti seluruh nelayan akan diberikan asuransi,” tutur Trenggono.
Di KNMP, lanjut Trenggono, juga akan dilengkapi dengan pabrik es, gudang beku, kuliner, hingga perawatan kapal. Nantinya, pihak pengelola akan menggandeng investor untuk membantu proses pemasaran produk yang ada.










