Pramono Sebut Telah Tindak Tegas Manusia Gerobak di Ibu Kota
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut, pihaknya telah menindak para pengemis yang dikenal sebagai “manusia gerobak” di jalanan Ibu Kota. Fenomena tersebut kerap menjamur di Jakarta, terutama saat bulan Ramadhan.
"Kami sudah melakukan penertiban, termasuk yang disebut dengan ‘manusia gerobak’. Alhamdulillah, sekarang ini praktis di jalanan tidak seperti biasanya," ujar Pramono usai melantik ratusan pejabat fungsional di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 473 orang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari total 521 pejabat yang dilantik. Ia meminta para petugas yang baru dilantik dapat mengambil tindakan tegas di lapangan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Dan kebetulan hari ini juga dilantik fungsional Satpol PP yang mayoritas. Kami akan meminta mereka untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pengemis yang ada di Jakarta, karena itu tidak mencerminkan sebagai kota global,” ucapnya.
Meski demikian, Pramono menyadari sebagai kepala daerah dirinya menginginkan seluruh warga memiliki kesempatan kerja di Ibu Kota serta mendapatkan ruang kerja yang adil.
“Tetapi apa pun, sebagai pemerintah, kami tentunya ingin semua orang di Jakarta mempunyai kesempatan untuk bekerja. Jadi ruang kerja itu harus adil,” katanya.
Salah satu upaya menyediakan ruang kerja yang adil, lanjut dia, dilakukan dengan menurunkan syarat pendidikan untuk sektor tertentu.
“Dibuka juga untuk misalnya PJLP. Kalau dulu syaratnya untuk ‘pasukan oranye’ itu SMA, sekarang syaratnya SD saja sudah cukup. Itu salah satu terobosan yang kami lakukan untuk memberikan kesempatan semua orang bisa bekerja di Jakarta,” pungkasnya.









