Perang AS‑Israel vs Iran Bikin Kekayaan Miliarder Kapal Tanker Melonjak Rp761 Triliun
JAKARTA – Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran menjadi berkah pengusaha kapal tanker minyak. Kekayaan para miliarder di sektor perkapalan naik sekitar USD45 miliar atau setara Rp761,3 triliun (kurs Rp16.917 per USD) dan diperkirakan masih akan terus bertambah.
Taipan kapal tanker Nikolas Tsakos mengaku mendapatkan panggilan berulang kali dari staf di London yang berusaha mengamankan asuransi untuk kapal-kapal tanker mereka yang berlayar di luar Teluk Persia, karena premi asuransi naik tajam akibat serangan balasan Iran terhadap instalasi energi di wilayah tersebut.
“Kami dalam mode siaga. Kami memiliki tiga kapal di sekitar sana,” ujar Tsakos, dilansir dari Forbes, Rabu (4/3/2026).
Dirinya menyebut kondisi pasar saat ini menarik karena dapat memanfaatkan kenaikan tarif pasar spot yang sangat positif. Meskipun bisnis kapal tanker biasanya mengalami pasang surut seiring harga minyak dan dinamika geopolitik, tahun ini menjadi periode yang sangat menguntungkan bagi Tsakos dan perusahaannya karena beberapa faktor yang tidak biasa.
Pada 3 Januari lalu, pemerintah Venezuela menangkap Presiden Nicolás Maduro, yang membuka kembali ekspor minyak negara itu dan memberi peluang bagi perusahaan kapal tanker Barat untuk melanjutkan operasi di sana. Salah satu kapal milik Tsakos, Mediterranean Voyager, menjadi tanker pertama yang memuat minyak dari Venezuela pada hari itu.
Tsakos mengatakan tarif spot untuk menyewa salah satu kapalnya di Venezuela sempat melonjak menjadi USD110.000 per hari pada akhir Januari, naik dari USD70.000 sebelumnya. Saat ini, setelah serangan terhadap Iran, tarif itu naik hingga USD160.000 untuk kapal-kapal tertentu.
“Ini hal yang baik. Saya berharap semua ini tidak akan terjadi karena situasi ini [di Iran], tetapi kita berada di posisi kita sekarang,” tambahnya.
Kenaikan tarif sewa tersebut juga dipicu oleh gangguan di jalur pelayaran utama, baik di Laut Merah—tempat milisi yang didukung Iran menargetkan kapal-kapal Barat—maupun di Selat Hormuz, lokasi strategis yang dilalui sekitar 20 pasokan minyak dunia setiap hari, yang kini efektif tertutup oleh tindakan Teheran. Kondisi ini telah memicu lonjakan harga saham perusahaan kapal tanker.
Nikolas Tsakos telah berkecimpung di bisnis kapal tanker selama beberapa dekade. Ia mendirikan Tsakos Energy Navigation, perusahaan kapal tanker asal Yunani yang berfokus pada pengangkutan minyak mentah dan produk minyak bumi, pada 1993 di usia 30 tahun. Perusahaan itu kemudian melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Saham New York pada 2002 dan kini dikendalikan oleh Tsakos bersama ayahnya, Panagiotis, seorang miliarder perkapalan asal Yunani.










