Satu Dekade Kepemimpinan Gianni Infantino, Erick Thohir Puji Transformasi Masif FIFA untuk Indonesia
JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi mendalam atas genap 10 tahun kepemimpinan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Erick menilai di bawah komando pria asal Swiss tersebut, FIFA telah menghadirkan transformasi besar bagi sepak bola dunia, termasuk memberikan dampak signifikan bagi perkembangan sepak bola di tanah air.
Erick Thohir mengungkapkan Gianni Infantino telah bekerja keras dalam upayanya memajukan sepak bola global secara menyeluruh. Menurutnya, sepak bola Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan kebijakan-kebijakan strategis yang dilahirkan di era kepemimpinan Gianni.
1. Terobosan Global
"Berbagai terobosan lahir mulai dari FIFA Series, Piala Dunia U-17 yang kini digelar setiap tahun, ekspansi Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim, hingga format baru Piala Dunia Antarklub," kata Erick Thohir dilansir dari laman PSSI, Sabtu (28/2/2026).
Erick menilai langkah-langkah strategis ini telah membuka peluang yang jauh lebih luas bagi setiap negara untuk bersaing di level global. Melalui program pengembangan sepak bola wanita serta program pendanaan FIFA Forward, ekosistem sepak bola dunia kini bertransformasi menjadi lebih modern, profesional, dan inklusif.
2. Berikan Dampak untuk Indonesia
"Dampaknya nyata bagi Indonesia yang dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia U-17 2025 melalui jalur kualifikasi," kata Erick Thohir mengapresiasi dukungan FIFA.
"Selain itu, menorehkan sejarah dengan melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026," tambahnya merujuk pada prestasi tim nasional saat ini.
Erick menegaskan bahwa kepercayaan tinggi FIFA juga diwujudkan melalui pembukaan Kantor FIFA di Jakarta serta pembangunan pusat latihan (Training Centre) berstandar internasional di IKN. Dukungan berkelanjutan melalui skema FIFA Forward tersebut menjadi fondasi krusial bagi masa depan sepak bola nasional.
"Ini bukan sekadar pencapaian, tetapi bagian dari perjalanan besar menuju transformasi sepak bola Indonesia yang semakin bersih dan berprestasi," ucap Erick Thohir menutup pernyataannya.










