Waspadai Sirup untuk Buka Puasa, Bikin Pankreas Kerja Lebih Keras
JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberi edukasi soal makanan berbuka puasa selama bulan Ramadan. Jika biasanya bulan Ramadan identik dengan sirup sebagai takjil buka puasa, namun Budi menyebut lebih baik untuk mengonsumsi kurma.
Dalam konten Budi Gemar Sharing yang dibagikan di Instagram Reelsnya, Budi menjelaskan bahwa memang dianjurkan berbuka puasa dengan yang manis. Namun makanan manis yang dianjurkan adalah kurma.
"Kalian udah nyetok ini (sirup) di rumah belum buat buka puasa? Padahal untuk makan manis buka puasa, kita sudah disunahkan untuk makan kurma. Kita disunahkan makan kurma itu ganjil. Kurma ini kan manis, ada gulanya tapi juga ada seratnya. Jadi jauh lebih bermanfaat dari sirup," ujarnya dalam video tersebut, dikutip Minggu (22/2/2026).
Alasannya, kurma tidak hanya manis namun juga mengandung serat sehingga bermanfaat bagi tubuh. Berbeda halnya dengan sirup, yang hanya manis dan membuat gula darah naik secara cepat dan mengakibatkan pankreas bekerja lebih keras.
Hal itu juga yang membuat risiko diabetes naik. Sementara kurma, seratnya yang tinggi membuat penyerapan gula menjadi lebih pelan dan terkontrol.
Hasilnya, gula darah naik secara bertahap dan stabil. Sehingga tidak membuat mudah lemas atau mengantuk setelah berbuka.
Menurut Budi, selama ini banyak yang salah mengartikan kalimat "berbuka dengan yang manis". Sehingga kebanyakan orang justru mengonsumsi apapun makanan dan minuman yang manis, meski mengandung gula yang tinggi.
Padahal sunnah Nabi menganjurkan memakan kurma saat berbuka puasa ternyata memang membuat lebih sehat dan mengandung penjelasan ilmiah.
"Jadi jelas ya teman-teman. Sunnah Nabi makan kurma itu ternyata sangat ilmiah dan sehat banget," tulis Budi dalam captionnya.










