Dituduh Rasis ke Vinicius Jr, Gianluca Prestianni Bantah Tegas: Cuma Salah Paham!
PEMAIN Benfica, Gianluca Prestianni, angkat bicara soal tuduhan yang mengarah kepadanya. Dia dituding telah melakukan tindakan rasisme kepada bintang Real Madrid, Vinicius Jr.
Tetapi, Prestianni tegaskan bahwa tuduhan itu tidaklah benar. Semua itu hanya salah paham semata.
1. Rasis ke Vinicius
Belakangan, sosok Prestianni jadi sorotan karena dituding melontarkan hinaan rasis kepada Vinicius Jr. Hal itu terjadi usai pertandingan playoff 16 besar Liga Champions 2025-2026.
Laga yang digelar di Stadion Da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari itu diketahui berakhir kemenangan Madrid dengan skor 1-0. Satu-satunya gol Madrid dilesakkan Vinicius.
Usai cetak gol, Vinicius lakukan selebrasi provokatif. Prestianni kemudian menyebut Vinicus dengan sebutan monyet. Tindakan rasialis juga didapat Vinicius dari suporter tuan rumah, Benfica.
2. Beri Klarifikasi
Dapat sorotan karena dituding lakukan tindakan rasis ke Vinicius, Prestianni tegas membantah. Hal itu disampaikannya lewat unggahan di akun Instagram pribadinya.
Menurut pemain Argentina itu, Vinicius salah memahami kata-kata yang didengar. Dia tegaskan tak pernah melakukan tindakan rasialis kepada siapa pun. Prestianni pun sesalkan adanya ancaman yang didapat atas tudingan yang telah beredar.
"Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya sama sekali tidak pernah melontarkan hinaan rasis kepada pemain Vinicius Junior, yang sayangnya salah paham atas apa yang menurutnya ia dengar,” tulis Prestianni di Instagram @gianlucaa_11.
"Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari pemain Real Madrid,” lanjutnya.
Aksi Prestianni juga jadi sorotan bintang Madrid, Kylian Mbappe. Dia pasang badan untuk Vinicius dengan mengklaim bahwa ia mendengar Prestianni memanggil pemain Brasil itu dengan sebutan ‘Mono’ atau monyet dalam bahasa Spanyol, sebanyak lima kali.
Tetapi, Prestianni memastikan bahwa dirinya tidak mengucapkan kata ‘Mono’. Dia berdalih menyebut kata ‘Hermano’ yang berarti saudara. Kata Hermano sendiri kerap disikat jadi ‘Mano’.










