3 Negara Bulu Tangkis yang Paling Sering Juara Piala Thomas, Nomor 1 Indonesia!
SEBANYAK 3 negara bulu tangkis yang paling sering juara Piala Thomas akan diulas Okezone. Piala Thomas dan Uber akan digelar Horsens, Denmark pada 26 April hingga 3 Mei 2026.
Seperti biasa, Indonesia akan ambil bagian alias sudah dipastikan lolos ke Piala Thomas dan Uber 2026. Sepanjang sejarah, Indonesia juga pernah berjaya di ajang Piala Thomas dan Uber. Bicara Piala Thomas, negara mana yang paling sering menjadi kampiun ajang beregu putra bulu tangkis tersebut?
Berikut 3 negara bulu tangkis yang paling sering juara Piala Thomas:
1. Indonesia (14 Trofi)
Indonesia tercatat sebagai negara yang paling sering juara Piala Thomas, yakni 14 trofi. Sebanyak 14 trofi itu dimenangkan Indonesia pada 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020).
Setelah juara pada 2020, Indonesia juga lolos ke final Piala Thomas 2022 dan 2024. Sayangnya dalam dua partai final itu, Indonesia kalah 0-3 dari India (2022) dan dihajar China 1-3 (2024).
Lantas, bagaimana dengan peluang juara Indonesia di Piala Thomas 2026? Seiring masih terjaganya performa Jonatan Christie, serta meningkatnya kualitas Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah, peluang Indonesia menjadi kampiun Piala Thomas 2026 masih terbuka.
Belum lagi ada Indonesia memiliki andalan di nomor ganda putra. Beberapa di antaranya Sabar/Reza, Fajar Alfian/Shohibul Fikri, Leo Rolly/Bagas Maulana dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
2. China (11 Trofi)
Turun di posisi dua ada China yang memenangkan 11 trofi Piala Thomas. Sebanyak 11 gelar itu didapatkan China pada 1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018, 2024.
Peluang China mempertahankan trofi Piala Thomas juga terbuka. Sebab, mereka masih diperkuat pemain-pemain top macam Shi Yu Qi hingga Wang Chang/Liang Weikeng.
3. Malaysia (5 Trofi)
Terakhir ada Malaysia yang meraih lima trofi Piala Thomas. Sebanyak lima trofi itu didapatkan pada 1949, 1952, 1955, 1967, 1992.
Untuk tahun ini, kesempatan Malaysia memenangkan Piala Thomas agak kecil. Sebab, tak ada satu pun tunggal putra Malaysia yang tampil oke dalam beberapa tahun terakhir.









