Prabowo Minta Danantara Tembus Return on Asset 7 Persen pada 2026
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberi Target Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mencetak return on asset (ROA) minimal 7 persen pada 2026, menyusul laporan awal kinerja yang disebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam arahannya, Presiden mengapresiasi capaian awal Danantara yang meski baru berdiri dan belum genap setahun beroperasi, telah membukukan hasil efisiensi dan reformasi yang diklaim mencapai empat kali lipat dibandingkan kinerja 2024. Namun, ia menegaskan capaian tersebut harus terus ditingkatkan.
"Saya dapat laporan sementara ya, hasil daripada efisiensi saudara, reformasi, sudah melahirkan hasil empat kali lipat daripada tahun 2024. Ini luar biasa tapi harus terus dikejar. Saya menuntut return on asset ya 7 persen lah. Kenapa senyum? Kepala Danantara bisa?" kata Presiden dalam sambutannya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Kapan Waktu Terbaik Beli Emas?
Menurutnya, penetapan target tinggi merupakan strategi untuk mendorong kinerja optimal. Ia bahkan menaikkan ekspektasi di atas target awal. "Kalau patok 5 persen nanti dapat 3 persen. Kalau patok 8 persen bisa 7 persen. Sekarang saya tingkatkan, harus bisa lebih dari 8 persen," ujarnya.
Presiden juga menekankan pentingnya mentalitas optimistis dalam mencapai target ambisius tersebut. Ia mengutip pesan Sukarno tentang pentingnya menetapkan cita-cita tinggi agar hasil yang diraih tetap maksimal meski tidak sepenuhnya tercapai.
Selain itu, ia mendorong jajaran pimpinan dan kementerian terkait menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kinerja Danantara, seraya menekankan pentingnya keberanian menetapkan standar tinggi sebagai pendorong kinerja.
Target ROA tersebut menjadi indikator kunci yang akan digunakan pemerintah untuk mengukur efektivitas pengelolaan aset dan strategi investasi lembaga tersebut sepanjang 2026. Presiden berharap capaian tersebut tidak hanya meningkatkan nilai aset negara, tetapi juga memperkuat daya saing investasi nasional.










