Kisah Pebulu Tangkis Cantik Ester Nurumi, Bangkit dari Cedera Horor hingga Rebut Perunggu BATC 2026
QINGDAO – Perjalanan tim beregu putri Indonesia yang diperkuat Ester Nurumi Tri Wardoyo di Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 harus terhenti di babak semifinal. Berlaga di Qingdao Conson Gymnasium, China, skuad Merah-Putih dipastikan membawa pulang medali perunggu setelah menyerah 1-3 dari kekuatan besar Asia, Korea Selatan.
Meski langkah tim terhenti, sorotan utama tertuju pada kembalinya sosok tunggal putri berbakat, Ester Nurumi Tri Wardoyo. Kejuaraan ini menjadi panggung emosional bagi adik kandung Chico Aura Dwi Wardoyo tersebut setelah hampir satu tahun menghilang dari lapangan akibat cedera retak tulang kering kanan yang dideritanya sejak Taiwan Open, Mei 2025 lalu.
1. Perjuangan Melawan Trauma
Kembalinya Ester ke dalam skuad nasional tidak didapatkan dengan mudah. Ia harus melewati serangkaian tes fisik dan medis yang ketat untuk membuktikan bahwa dirinya telah sepenuhnya pulih.
Ester mengaku sangat bersyukur kembali dipercaya masuk ke dalam tim beregu meski baru saja melewati masa pemulihan yang melelahkan. Baginya, tantangan terbesar adalah mengembalikan hawa pertandingan dan menjaga daya tahan tubuh agar tetap kompetitif di level Asia.
“Puji Tuhan, dipercayai main dan dikasih kesempatan main untuk pertandingan beregu ini. Yang pasti saya senang bisa kembali lagi di turnamen ini, tidak gampang juga sampai di detik ini dari saya pemulihan dan persiapannya juga,” ungkap Ester dikutip dari PBSI, Kamis (12/2/2026).
Kegembiraan Ester pun sempat memuncak saat dirinya tampil sebagai pahlawan penentu di babak sebelumnya. Meski sempat merasa tegang, ia berhasil mengubah tekanan tersebut menjadi motivasi.
"Saya hanya mau menunjukkan yang terbaik untuk tim dan buat masyarakat Indonesia," tambahnya.
2. Realitas Pahit di Semifinal Kontra Korea Selatan
5 Pebulu Tangkis Dunia dengan Hadiah Uang Terbanyak Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Tembus Rp40 Miliar!
Sayangnya, dalam laga semifinal melawan Korea Selatan, Ester yang dijadwalkan turun di partai kelima sebagai tunggal ketiga tidak sempat mengayunkan raket. Indonesia harus mengakui keunggulan Korea dengan skor 1-3 setelah dua ganda putri dan satu tunggal putri utama mengalami kekalahan.
Thalita Ramadhani Wiryawan yang turun di partai pertama tak berkutik di hadapan Kim Ga Eun, disusul kekalahan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Indonesia sempat memperpanjang napas lewat kemenangan impresif Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi atas Park Ga Eun dengan skor 21-14, 21-13.
Namun, perjuangan Merah-Putih dipastikan kandas setelah Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi kalah tipis dalam drama dua gim ketat melawan Lee Seo Jin/Lee Yeon Woo.
Walau gagal tampil di partai puncak, kehadiran Ester di Qingdao menjadi sinyal positif bagi sektor tunggal putri Indonesia. Keberhasilannya melewati masa sulit cedera tulang kering menjadi bukti tangguhnya mentalitas sang pemain menuju turnamen-turnamen individu mendatang.










