Istana Soroti Jalan Berlubang: Jangan Dianggap Sepele, Risikonya Fatal!
JAKARTA – Istana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah memberi perhatian serius terhadap maraknya jalan berlubang, yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara, bahkan telah menyebabkan korban jiwa di sejumlah daerah.
Prasetyo menyampaikan, bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memastikan kondisi jalan, khususnya di tengah musim hujan, segera dibenahi.
“Tadi Menteri Perhubungan menyampaikan bahwa kami terus berkoordinasi untuk memastikan kelayakan jalan. Saat musim hujan ini banyak muncul lubang, bahkan di beberapa tempat sampai menimbulkan korban. Pemerintah tentu sangat prihatin,” ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menegaskan, persoalan jalan berlubang kerap dianggap sepele, padahal memiliki risiko fatal bagi keselamatan pengguna jalan jika tidak segera ditangani.
“Saya hampir setiap hari mengingatkan seluruh jajaran agar memperhatikan hal-hal yang terlihat kecil seperti ini, karena risikonya bisa sangat fatal,” katanya.
Prasetyo juga menuturkan bahwa penanganan jalan berlubang menjadi bagian penting dari persiapan pelayanan mudik Lebaran. Pasalnya, kerusakan jalan saat ini tidak hanya terjadi di jalan arteri, tetapi juga di sejumlah ruas jalan tol.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus menekankan agar seluruh jajaran pemerintah mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan.
Menurut Prasetyo, dana hasil efisiensi anggaran dapat dimanfaatkan untuk program yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk perbaikan jalan rusak dan berlubang.
“Orientasi fiskal yang selalu ditekankan Bapak Presiden adalah membantu kepentingan masyarakat. Karena itu, seluruh kementerian dan lembaga diminta melakukan efisiensi,” ujarnya.
Ia menegaskan, efisiensi tersebut bukan berarti mengurangi pelayanan publik, melainkan mengalihkan anggaran dari kegiatan yang kurang berdampak ke program yang lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Bukan Timnas Indonesia, Mimpi Patrick Kluivert Latih Negara Piala Dunia 2026 Segera Terwujud
“Dalam tanda kutip, jangan disalahartikan. Efisiensi itu mengurangi kegiatan yang kurang berdampak untuk direalokasi ke kegiatan yang jauh lebih berdampak dan meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.










