Kisah Boaz Solossa Tak Direstui Jadi Pemain Sepakbola, Kini Jadi Legenda Timnas Indonesia

Kisah Boaz Solossa Tak Direstui Jadi Pemain Sepakbola, Kini Jadi Legenda Timnas Indonesia

Terkini | okezone | Senin, 9 Februari 2026 - 14:04
share

SIAPA yang tak mengenal Boaz Solossa? Sosoknya identik dengan kecepatan, ketajaman, dan teknik olah bola di atas rata-rata yang jarang dimiliki pemain lokal lainnya. Namun, di balik statusnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang pernah dilahirkan Papua, tersimpan cerita perjuangan mencari restu keluarga yang hampir saja menghentikan langkahnya ke lapangan hijau dan menjadi legenda Timnas Indonesia.

Lahir dari keluarga yang memiliki pengaruh besar di Papua, Boaz awalnya tidak diproyeksikan untuk menjadi atlet profesional. Masa mudanya justru dipenuhi dengan tuntutan untuk mengejar pendidikan formal setinggi-tingginya.

1. Sembunyi-Sembunyi demi Seleksi PON

Pasca kepergian sang ayah pada tahun 2000, Boaz diboyong dari Sorong ke Jayapura oleh pamannya, Jaccobus Perviddya Solossa, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Papua. Sang paman memiliki karakter keras dan sangat menekankan pentingnya sekolah bagi Boaz, terlebih kakak Boaz, Ortizan Solossa, sudah lebih dulu berkecimpung di dunia sepak bola.

"Paman bilang saya harus sekolah," kenang Boaz dalam wawancara di kanal YouTube Sport77 Official, dikutip Senin (9/2/2026).

Namun, gairah sepak bola di nadinya tak bisa dibendung. Saat duduk di bangku SMA, Boaz mendengar kabar mengenai seleksi tim PON Papua 2004. Tanpa sepengetahuan sang paman, ia nekat mengikuti seleksi tersebut.

Boaz Solossa PSSI

Boaz harus menyusun strategi agar hobinya tidak ketahuan. Ia menunggu pamannya berangkat ke kantor terlebih dahulu sebelum akhirnya diam-diam naik taksi menuju tempat seleksi yang dipimpin oleh pelatih Rully Nere.

Meski Boaz dengan mudah menembus tim utama karena bakatnya, masalah besar tetap membayangi. Sang paman yang juga merupakan Ketua PON Papua saat itu, tetap bersikeras melarang Boaz bertanding.

 

2. Gol yang Mengubah Takdir

Kebuntuan restu tersebut akhirnya pecah berkat campur tangan legenda Timnas Indonesia, Rully Nere. Rully memberanikan diri menemui sang Gubernur untuk meyakinkan bahwa Boaz memiliki bakat istimewa yang sayang jika disia-siakan.

Meski sempat ketakutan dengan reaksi keras pamannya, Boaz akhirnya hanya bisa pasrah saat Rully mengundang Jaccobus Solossa untuk menonton laga uji coba.

Momen penentuan itu terjadi di lapangan. Rully Nere memasang Boaz sebagai starter sejak menit awal. Seolah ingin membuktikan bahwa ia memang terlahir untuk sepak bola, Boaz langsung mencetak gol saat pertandingan baru berjalan kurang dari satu menit.

Aksi impresif tersebut seketika meruntuhkan tembok keraguan sang paman.

Boaz Solossa

"Ya sudah kasih masuk namanya di situ," ujar sang paman singkat, yang menjadi tiket emas bagi karier profesional Boaz.

Restu itu pun berbuah manis. Pada PON 2004 di Palembang, Boaz sukses membawa Papua meraih medali emas.

Meski dalam partai final melawan Jawa Timur laga berakhir 1-1 dan harus diputuskan sebagai juara bersama karena kendala lampu stadion, prestasi tersebut menjadi batu loncatan Boaz untuk bertransformasi menjadi legenda Timnas Indonesia yang disegani di level Asia.

Topik Menarik