Kisah di Balik Tradisi Memberi Bunga Mawar saat Hari Valentine

Kisah di Balik Tradisi Memberi Bunga Mawar saat Hari Valentine

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 8 Februari 2026 - 18:06
share

JAKARTA – Setiap 14 Februari, bunga mawar merah hampir selalu menjadi pilihan utama untuk merayakan Hari Valentine. Tradisi memberi mawar kepada orang terkasih seolah tak terpisahkan dari perayaan hari kasih sayang tersebut. Namun, di balik kelopaknya yang indah, tersimpan kisah panjang tentang cinta, mitologi, dan simbolisme yang telah bertahan selama berabad-abad.

Tradisi ini berakar jauh ke masa lalu, terutama dari mitologi Yunani. Mawar telah lama dikaitkan dengan Aphrodite, dewi cinta dan kecantikan.

Menurut kisah yang berkembang, dikutip rd, Minggu (8/2/2026), mawar putih pertama kali muncul saat kelahiran Aphrodite. Namun, bunga itu kemudian berubah menjadi merah akibat darah sang dewi yang terluka oleh duri mawar saat berusaha menyelamatkan kekasihnya, Adonis.

Dalam cerita tersebut, Aphrodite bergegas memperingatkan Adonis yang tengah berburu dan terancam oleh babi hutan. Di tengah kepanikannya, kakinya tergores duri mawar hingga darahnya menodai kelopak putih mawar, menjadikannya merah. Sayangnya, ia terlambat dan Adonis meninggal dunia. Sejak saat itu, mawar merah dianggap sebagai simbol cinta yang mendalam sekaligus pengorbanan.

 

Makna mawar semakin berkembang pada Era Victoria, ketika masyarakat Eropa menggunakan bunga sebagai sarana menyampaikan pesan emosional yang tak terucapkan. Setiap warna mawar memiliki arti tersendiri. Mawar merah melambangkan cinta dan gairah, mawar kuning simbol persahabatan, mawar oranye melambangkan hasrat, sementara mawar merah muda merepresentasikan rasa terima kasih.

Hingga kini, mawar merah tetap menjadi simbol cinta romantis yang paling kuat. Keindahannya yang lembut berpadu dengan duri yang tajam kerap dimaknai sebagai gambaran cinta itu sendiri—indah, penuh gairah, namun tak lepas dari pengorbanan dan luka.

Folkloris sekaligus pendiri Carterhaugh School of Folklore, Sara Cleto, PhD, menjelaskan bahwa warna merah juga memiliki makna historis tersendiri. Dahulu, pewarna merah tergolong langka dan mahal, sehingga warna ini identik dengan kemewahan dan sesuatu yang sangat diinginkan.

“Sebagian dari ini mungkin karena pewarna merah biasanya sangat mahal dan sulit didapat. Semua faktor ini membuat warna merah terasa sangat diinginkan dan mewah,” ungkap Cleto.

Perpaduan antara mitologi, sejarah, dan simbolisme inilah yang membuat bunga mawar, khususnya mawar merah, terus menjadi lambang cinta yang paling ikonik setiap Hari Valentine.

Topik Menarik