Laporan WSJ: AS Belum Siap untuk Serang Iran

Laporan WSJ: AS Belum Siap untuk Serang Iran

Terkini | okezone | Senin, 2 Februari 2026 - 18:34
share

JAKARTA – Di tengah kerasnya ancaman Presiden Donald Trump terhadap Teheran, sebuah laporan menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) belum siap untuk menyerang Iran. Menurut laporan Wall Street Journal, Washington perlu lebih banyak mengerahkan sistem pertahanan udara ke Timur Tengah untuk dapat menangkis kemungkinan pembalasan.

Selama beberapa minggu terakhir, Washington telah mengirimkan apa yang digambarkan Trump sebagai "armada besar dan indah" ke Timur Tengah, yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln, untuk menekan Teheran agar menerima kesepakatan nuklir baru.

Meskipun ada peningkatan kekuatan militer, serangan udara Amerika terhadap Iran "belum akan segera terjadi" karena Washington perlu memastikan bahwa Israel, sekutu Arabnya, dan pasukan AS di kawasan tersebut terlindungi dengan baik, demikian dilaporkan WSJ dalam sebuah artikel pada Minggu (1/2/2026), mengutip sumber-sumber pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Pentagon saat ini sedang memindahkan baterai THAAD dan sistem pertahanan udara Patriot tambahan ke pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan Amerika di Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, Qatar, dan tempat lain, kata para pejabat pertahanan kepada media tersebut.

 

Setelah AS dan Israel membom fasilitas nuklir Iran Juni lalu, Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel serta menyerang pangkalan udara Amerika Al-Udeid di Qatar. Kerusakan pada fasilitas AS terbatas karena Iran memberikan peringatan terlebih dahulu kepada Washington.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan pada Minggu bahwa tindakan militer AS apa pun akan memiliki konsekuensi luas di seluruh Timur Tengah, dengan mengatakan bahwa "mereka harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional."

Kemudian pada hari itu, Trump menolak pernyataan Khamenei, tetapi tetap membuka pintu untuk diplomasi.
"Tentu saja dia akan mengatakan itu," kata Trump, sebagaimana dilansir RT. "Semoga kita akan membuat kesepakatan. Jika kita tidak membuat kesepakatan, maka kita akan mengetahui apakah dia benar atau tidak."

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, yang mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada hari Jumat, mengatakan bahwa kemajuan sedang dibuat menuju negosiasi dengan AS.
 

Topik Menarik