Banjir Terjang 4 Kecamatan di Demak, 1 Orang Hilang dan 4.280 Jiwa Terdampak

Banjir Terjang 4 Kecamatan di Demak, 1 Orang Hilang dan 4.280 Jiwa Terdampak

Terkini | inews | Jum'at, 3 April 2026 - 23:38
share

JAKARTA, iNews.id - Banjir menerjang empat kecamatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Jumat (3/4/2026). Akibat bencana itu, satu orang hilang dan 583 warga lainnya harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air hingga mengakibatkan tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol. Sehingga air meluap dan merendam permukiman warga.

Dia menuturkan, wilayah yang terdampak mencakup empat kecamatan dengan total delapan desa terdampak. Di Kecamatan Guntur meliputi Desa Trimulyo, Desa Sidoharjo, Desa Turirejo, dan Desa Sumberejo. Di Kecamatan Karangtengah mencakup Desa Ploso. 

Di Kecamatan Wonosalam terdapat Desa Lempuyang dan di Kecamatan Kebonagung meliputi Desa Solowire dan Desa Sarimulyo.

Dari data yang dihimpun sementara, sebanyak 1.070 kepala keluarga atau 4.280 jiwa terdampak dan sebanyak 583 warga mengungsi di sejumlah titik. Banjir juga berdampak pada 1.230 unit rumah, dengan empat unit rumah mengalami rusak berat. 

"Fasilitas pendidikan sebanyak 10 unit dan fasilitas ibadah sebanyak 15 unit turut terdampak. Sementara itu, sekitar 194 hektare lahan sawah ikut terendam," kata Abdul.

Hingga kini, kondisi air masih terpantau tinggi dan proses evakuasi warga masih berlangsung, khususnya di wilayah Desa Trimulyo. Layanan kebutuhan dasar bagi pengungsi, seperti permakanan dan layanan kesehatan, terus diberikan di lokasi pengungsian.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi tanggul dan debit air yang masih tinggi. Abdul menyebut, kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik, air bersih, obat-obatan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, serta peralatan kebersihan. 

"Selain itu, penguatan tanggul di beberapa titik aliran Sungai Tuntang menjadi prioritas untuk mencegah dampak yang lebih luas," katanya.

Topik Menarik