Gentengnisasi, Prabowo Ingin Atap Rumah di Indonesia Pakai Genteng: Seng Panas dan Berkarat
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan program Gentengisasi sebagai upaya mempercantik estetika permukiman sekaligus meningkatkan kenyamanan hunian rakyat di seluruh pelosok negeri. Ditargetkan dengan adanya program ini Indonesia ditargetkan bebas atap seng dalam 3 tahun.
Program ini diungkapkan Prabowo Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Proyek Gentengisasi merupakan pilar utama dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kondisi permukiman di perkotaan hingga pedesaan yang saat ini didominasi oleh penggunaan atap seng yang dinilai tidak ideal.
"Salah satu dalam rangka indah, saya lihat saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng," ujar Prabowo.
Kebut Pembangunan Nonstop Enam Hari, Adhi Karya (ADHI) Pastikan 600 unit Huntara Siap Huni
Prabowo juga menyinggung ketergantungan terhadap industri aluminium dan mendorong alternatif material yang lebih sesuai dengan kondisi Indonesia.
"Maaf, saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya. Maaf, bikin yang lain-lain, deh," imbuhnya.
Prabowo menegaskan keinginannya agar seluruh rumah di Indonesia menggunakan genteng sebagai atap utama. Gagasan tersebut kemudian dinamainya sebagai proyek gentengisasi nasional. Untuk mendukung program ini, Koperasi Merah Putih akan dilengkapi dengan fasilitas produksi genteng.
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi ini nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia. Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Jadi nanti koperasi-koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat," kata Prabowo.
Saat penjelasan berlangsung, layar utama di panggung menampilkan perbandingan visual kondisi rumah sebelum dan sesudah gentengisasi. Presiden pun mengajak para kepala daerah untuk turut berpartisipasi aktif memperindah wilayah masing-masing.
"Ini serius ya. Bupati, wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah. Bagaimana?" ujar Prabowo.
Prabowo juga menyinggung penggunaan material atap tradisional pada masa lalu seperti rumbia dan ijuk yang dinilai lebih sejuk dan ramah lingkungan. Ia kembali menegaskan penolakannya terhadap penggunaan seng yang mudah berkarat.
"Saya mengajak ini sangat penting, turis dari luar untuk apa dia datang melihat seng berkarat. Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah, rakyat kita harus bahagia!" ujar Prabowo.










