Banyak Saham Merah di Perdagangan Hari Ini, Begini Respons COO Danantara

Banyak Saham Merah di Perdagangan Hari Ini, Begini Respons COO Danantara

Ekonomi | okezone | Senin, 2 Februari 2026 - 16:41
share

JAKARTA - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan banyaknya saham yang berada di zona merah pada perdagangan di hari pertama pasca pengumuman agenda transformasi Bursa Efek Indonesia merupakan bagian dari koreksi alam.

Pandu Sjahrir menilai sebelumnya banyak saham-saham yang mengalami kenaikan valuasi secara tajam, meskipun secara fundamental saham-saham tersebut dinilai tergolong kurang layak untuk investasi alias uninvestable.

"Memang banyak retail melihat ini banyak saham-saham yang kemarin saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).

Dia mengatakan, saat ini para investor mulai mencari emiten yang punya fundamental kuat sebagai tempat berinvestasi. Mengutip data IDX Mobile, hingga pukul 15.26 tercatat hanya ada 52 emiten saham yang penguatan, 142 emiten stagnan, dan 763 saham yang tertekan.

"Jadi banyak sekali kalau dilihat observasi awal dari sisi retail melihat saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin amat tinggi atau bahasanya uninvestable itu yang mengalami koreksi, mungkin akan mengalami koreksi alam," kata Pandu.

Sehingga menurutnya, koreksi yang tengah terjadi pada hari perdagangan hari pertama pekan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan oleh para investor. Sebab tengah dalam masa transisi untuk pendalaman pasar yang lebih bagus kedepannya lewat agenda transformasi yang dilakukan.

"Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan, ya kita harus melihat balik ke fundamental. Juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short term," kata Pandu.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah menyiapkan 8 agenda transformasi pasar modal secara menyeluruh guna memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor.

 

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan delapan rencana aksi tersebut dikelompokkan dalam empat klaster utama, yakni kebijakan free float, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum (enforcement), serta sinergitas.

"OJK bersama dengan Self Regulatory Organization, bersama dengan Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, menyampaikan komitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms di pasar modal Indonesia sesuai dengan best practices dan memenuhi ekspektasi Global Index Provider," ujarnya dalam pernyataan resmi (2/2).

Sekedar informasi tambahan, posisi harga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga pukul 15.34 WIB, berada di level 7.893 atau tertekan 5,24 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Tercatat 44,4 miliar lembar saham ditransaksikan dengan nilai Rp25,37 triliun.

Topik Menarik