Kisah Unik Lianne Tan, Pebulu Tangkis Belgia Keturunan Indonesia yang Juga Berprofesi Dokter Gigi
NAMA Lianne Tan telah lama menghiasi turnamen bulu tangkis dunia sebagai wakil Belgia. Namun, di balik seragam atletnya, tersimpan fakta menarik yang membuat publik terpukau, Lianne adalah seorang wanita multitalenta yang berhasil menyeimbangkan karier sebagai atlet kelas dunia sekaligus seorang dokter gigi profesional.
Darah Indonesia yang mengalir dalam tubuhnya serta latar belakang pendidikan medis yang mumpuni menjadikan Lianne sosok yang unik. Ia membuktikan bahwa disiplin di lapangan bisa berjalan beriringan dengan ketelitian di kursi klinik kedokteran.
1. Warisan Keluarga
Lianne Tan lahir di Bilzen, Belgia, pada 20 November 1990. Ia merupakan putri dari pasangan Hen Tan, pria asal Indonesia yang telah lama menetap di Belgia, dan Maria Meyers.
Bakat bulu tangkisnya bukanlah kebetulan, Lianne tumbuh dalam keluarga atlet. Sang kakak, Yuhan Tan, merupakan legenda tunggal putra Belgia dengan koleksi sembilan gelar juara nasional yang menjadi inspirasi besar bagi karier Lianne.
Dedikasinya terhadap dunia olahraga teruji melalui konsistensinya menembus panggung multievent tertinggi di dunia. Tidak banyak atlet yang mampu mempertahankan performa untuk tampil di empat edisi Olimpiade sekaligus. Lianne sukses mencatatkan namanya mulai dari London 2012, Rio 2016, Tokyo 2020, hingga yang terbaru di Paris 2024.
Momen ikonik yang paling diingat oleh pencinta bulu tangkis Tanah Air adalah saat ia berhadapan dengan Gregoria Mariska Tunjung di fase grup Olimpiade Tokyo 2020. Meski Lianne harus mengakui keunggulan tunggal putri Indonesia tersebut dengan skor 11-21 dan 17-21, semangat juang dan keramahannya meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar di Indonesia.
2. Dedikasi Medis di Balik Raket
Hal yang paling mengagumkan dari sosok Lianne Tan adalah kemampuannya menyelesaikan pendidikan berat di tengah jadwal kompetisi yang padat. Mengikuti jejak karier sang ayah, Lianne menempuh studi kedokteran gigi di Universitas Radboud, Nijmegen, Belanda.
5 Pebulu Tangkis Supercantik yang Main di Malaysia Open 2026, Nomor 1 Unggulan Tuan Rumah!
Baginya, pendidikan adalah prioritas yang tidak boleh ditinggalkan meski ia sedang berada di puncak karier olahraga. Profesi dokter gigi ini ia jalani dengan serius, membuktikan bahwa seorang atlet profesional tetap bisa memiliki masa depan yang cerah di bidang medis.
Kehidupannya terbagi antara latihan intensif di lapangan dan melayani pasien di klinik, sebuah kontras yang menuntut manajemen waktu yang luar biasa.
Perjalanan hidup Lianne Tan menjadi bukti nyata bahwa batasan hanyalah persepsi. Menjadi seorang Olympian sebanyak empat kali sambil menyandang gelar dokter gigi adalah pencapaian langka yang menjadikannya salah satu sosok paling inspiratif di dunia olahraga internasional saat ini.






