Jelang APEC 2026, RI–China Perluas Kerja Sama Investasi
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan South China Morning Post (SCMP) untuk menggelar China Conference: Southeast Asia 2026 pada 10 Februari 2026 di Jakarta. Konferensi ini mempertegas peran penting negara ini dalam perekonomian regional dan global.
Acara ini juga bertujuan untuk memperluas kesempatan investasi dan memperdalam hubungan bisnis antara Indonesia, Tiongkok, dan kawasan Asia Tenggara.
Seiring dengan meningkatnya peran Tiongkok sebagai salah satu sumber utama investasi asing langsung ke Indonesia, yang mencapai lebih dari USD18 miliar pada 2025, nota kesepahaman yang ditandatangani oleh SCMP dan Kadin Indonesia mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi jangka panjang.
Penyelenggaraan konferensi ini merupakan salah satu hasil konkret dari kerja sama tersebut.
“Kami telah menyiapkan beragam agenda yang membahas isu-isu paling relevan saat ini, dengan menghadirkan pembicara dari berbagai sektor, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah, Tiongkok, dan kawasan sekitarnya. Kami memperkirakan sekitar 500 peserta akan hadir, dengan separuh di antaranya berasal dari luar Indonesia. Hal ini mencerminkan kuatnya minat global terhadap potensi yang ditawarkan Indonesia,” ujar Executive Managing Editor South China Morning Post, Zuraidah Ibrahim, Minggu (1/2/2026).
Mewakili Kadin Indonesia, Shinta Kamdani, Coordinating Vice Chairwoman for Human Development, Culture and Sustainable Development di Kadin Indonesia, Chairwoman APINDO, serta CEO Sintesa Group, memaparkan visi dan misi Kadin Indonesia, serta peluang yang muncul dari penguatan hubungan Indonesia–ASEAN dan Hong Kong–Tiongkok Raya. Ia juga mengungkapkan arti strategis kolaborasi ini.
“Ini merupakan peluang untuk membuka dan memperluas kerja sama investasi dan perdagangan. Potensi penanaman modal lintas sektor masih sangat besar. Di saat yang sama, kita juga perlu menyadari bahwa sekitar 70 bahan baku Indonesia masih berasal dari impor, dengan Tiongkok sebagai salah satu sumber utama, menunjukkan adanya peluang nyata untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Tiongkok,” ujarnya.
Konferensi ini akan mengangkat berbagai isu strategis kawasan, termasuk keseimbangan geopolitik, masa depan rantai pasok China+1, konektivitas digital dan permodalan, transisi hijau, serta dialog ekonomi Tiongkok–ASEAN. Penyelenggaraan konferensi ini juga bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok dan menjelang APEC 2026 di Shenzhen.










