Ini Pesan Prabowo untuk Investor Pasar Modal dan Mitra Internasional di Tengah Gejolak Pasar

Ini Pesan Prabowo untuk Investor Pasar Modal dan Mitra Internasional di Tengah Gejolak Pasar

Ekonomi | okezone | Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:47
share

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan untuk investor pasar modal, mitra internasional, dan seluruh masyarakat Indonesia bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini kuat dan tangguh.

Pesan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai respons terhadap gejolak pasar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

"Pesan Bapak Presiden untuk pasar modal, pesan beliau saya kutip, kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia: Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita, dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia," ujarnya, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih 5,04 di kuartal III-2025, dan minggu depan, pada Kamis, 5 Februari, akan diumumkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 yang diperkirakan lebih besar daripada pertumbuhan di kuartal III. Selain itu, inflasi tercatat sebesar 2,92 pada Desember, dan besok BPS akan mengumumkan tingkat inflasi untuk Januari 2026.

"Dan dipastikan bahwa tingkat inflasi ini masih dalam rentang sesuai APBN, yaitu rentang 2,5 plus minus 1 persen," ujarnya.

 

Kondisi cadangan defisit kita hingga Desember masih kuat, setara dengan 6,2 bulan impor, yakni Rp156,5 miliar. Defisit fiskal masih terjaga di batas 3. Selain itu, sektor perbankan masih dalam kondisi baik, dengan pertumbuhan kredit mencapai 9,6 dan dana pihak ketiga masih double digit, yaitu 13,83. Dari segi permodalan, capital adequacy ratio (CAR) masih di angka 25,87. Rasio utang terhadap PDB masih di bawah batas 60, yakni 40.

"Dan kalau kita lihat rating negara kita, dari investment grade, baik dari Moody’s BAA2, kemudian Fitch BBB, dan S&P. Jadi, kondisi makroekonomi kita saat ini, seperti yang sudah sering disampaikan, tetap kuat," ujarnya

Topik Menarik