Angkutan Kontainer Melesat di 2025, Volume Capai 2,5 Juta Ton

Angkutan Kontainer Melesat di 2025, Volume Capai 2,5 Juta Ton

Ekonomi | okezone | Jum'at, 30 Januari 2026 - 08:38
share

JAKARTA - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat pertumbuhan volume angkutan kontainer mencapai 2,5 juta ton atau tumbuh 8 sepanjang 2025. Hal ini mencerminkan tingkat kepercayaan pelanggan terhadap layanan angkutan kontainer sebagai solusi distribusi barang skala besar yang andal, tepat waktu, dan efisien.

“Kinerja positif tersebut semakin menguat pada triwulan IV 2025. Pada periode ini, volume angkutan kontainer tumbuh sekitar 17 atau mencapai lebih dari 701 ribu ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga triwulan sebelumnya yang berada di kisaran 600 ribu ton,” ujar Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, Jumat (30/1/2026).

Peningkatan volume sepanjang 2025 didorong oleh berbagai langkah optimalisasi layanan angkutan kontainer. Salah satunya tercermin dari peningkatan volume pada segmen angkutan reefer yang menegaskan kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai solusi distribusi produk segar dan perishable.

Pertumbuhan angkutan kontainer juga ditopang oleh pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas operasional, antara lain melalui peningkatan kapasitas Container Yard (CY) Klari yang mampu melayani penambahan volume hingga ±1.360 TEUs per bulan, pengembangan Kawasan Ronggowarsito, serta penambahan kapasitas angkut melalui pengoperasian KA KALOG 3.

Sejalan dengan peningkatan layanan, KAI Logistik juga memperluas sertifikasi halal ke Terminal Ronggowarsito, melengkapi tiga titik yang telah tersertifikasi, yakni Terminal Barang Area Sungai Lagoa, Klari, dan Kalimas. Penambahan titik layanan bersertifikat halal ini memberikan jaminan kepatuhan syariah bagi pelanggan, khususnya di sektor industri halal seperti makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).

 

Dari sisi komposisi pelanggan, angkutan kontainer didukung oleh beragam sektor industri. Perusahaan forwarding masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 85, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan konsolidasi muatan dan distribusi antarkawasan. Sektor FMCG berkontribusi sekitar 11, yang didorong oleh permintaan distribusi yang stabil dan berkelanjutan. Adapun sektor shipping dan logistik pelayaran memberikan kontribusi sekitar 4.

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, KAI Logistik juga memperkuat komitmen terhadap green logistics melalui berbagai inovasi berkelanjutan.

“Komitmen kami terhadap green logistics tidak hanya pada inisiatif pencantuman informasi emisi di invoice pelanggan. Kami telah melangkah lebih jauh dengan penguatan komitmen melalui perhitungan emisi Gas Rumah Kaca Tier 3 dan pelaporan emisi sesuai standar ISO 14083,” tegas Fahdel.

Topik Menarik