Rupiah Terus Menguat, Ini Penjelasan Purbaya
JAKARTA - Tren penguatan nilai tukar Rupiah yang terus berlanjut mendapatkan apresiasi dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya menegaskan kepercayaan penuh pemerintah terhadap langkah-langkah yang diambil Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas mata uang Garuda di tengah dinamika pasar global.
Dia menyatakan otoritas fiskal dan moneter terus menjalin koordinasi yang erat, namun ia menyerahkan teknis pengendalian nilai tukar sepenuhnya kepada bank sentral yang dinilai memiliki kompetensi mumpuni.
"Tanya bank sentral tadi. Jadi bank sentral akan menjaga nilai tukar rupiah dan kita akan berkoordinasi terus dengan bank sentral. Saya pikir mereka cukup ahli dan saya akan serahkan ini ke bank sentral. Mereka cukup jago mengendalikan nilai tukar," ujar Purbaya usai konferensi pers KSSK pada Selasa (27/1/2026).
Purbaya juga mengonfirmasi pernyataan optimistis dari Gubernur Bank Indonesia terkait tren nilai tukar yang menunjukkan performa positif dalam beberapa waktu terakhir.
"Saya yakin kan Pak Gubernur tadi bilang menguat terus, dia bilang, saya ikut dia aja," tambahnya.
Berdasarkan data pasar pada penutupan perdagangan Selasa (27/1/2026), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS memang terpantau kembali menguat.
Mata uang domestik ditutup naik 14 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp16.768 per Dolar AS. Penguatan ini melanjutkan sentimen positif pasar yang sebelumnya juga merespons baik hasil uji kelayakan calon Deputi Gubernur BI.
Sinergi antara Kemenkeu dan BI melalui forum KSSK diharapkan tetap solid guna memastikan Rupiah tidak hanya menguat secara nominal, tetapi juga didukung oleh cadangan devisa yang memadai dan aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan dalam negeri.










